AYOJAKARTA.COM- Ketinggian air di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, terpantau pada level 50 cm atau berada pada status siaga 4 pada Sabtu malam setelah kawasan Bogor dan Puncak diguyur hujan deras sejak Sabtu siang.
Pemantauan ini menjadi peringatan penting bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung untuk tetap waspada terhadap potensi banjir yang mungkin terjadi.
Berdasarkan data yang dihimpun, volume air yang melewati bendungan tersebut diperkirakan mencapai 35.000 liter per detik, angka yang cukup signifikan meski masih dalam status siaga 4.
Pemantauan ini menjadi peringatan penting bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung untuk tetap waspada terhadap potensi banjir yang mungkin terjadi.
Berdasarkan data yang dihimpun, volume air yang melewati bendungan tersebut diperkirakan mencapai 35.000 liter per detik, angka yang cukup signifikan meski masih dalam status siaga 4.
Cuaca di wilayah Puncak saat itu masih diguyur hujan berintensitas ringan, sementara pihak terkait terus melakukan koordinasi dengan petugas penjaga pintu air di berbagai lokasi strategis.
Seperti Puncak, Depok, dan Jakarta untuk memantau volume kenaikan air di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
Seperti Puncak, Depok, dan Jakarta untuk memantau volume kenaikan air di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
Terkini, dikutip ayojakarta.com dari YouTubetvOnNews kondisi ketinggian muka air di Bendung Katulampa mengalami perubahan dengan debit air 22.200 liter per detik ke arah Jakarta.
Setelahnya bahwa pada pukul 15 sampai dengan pukul 18 Waktu Indonesia Barat tadi malam itu sempat menyentuh angka di 50 cm dan itu debit airnya pada saat 50 cm itu mencapai 35.700 liter per detik ke arah Jakarta.
Fenomena ini terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi pada Sabtu sore di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun intensitas hujan telah berkurang dibandingkan hari sebelumnya.
Potensi peningkatan volume air masih ada mengingat hujan ringan masih terus turun di kawasan hulu Sungai Ciliwung.
Oleh karena itu, kewaspadaan tetap perlu dijaga, terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran Kali Ciliwung dari Bogor hingga Jakarta.***