News

Sidak Menteri Pertanian Temukan Takaran MinyaKita Bermasalah di Pasar Lenteng Agung, HET Tak Sesuai Aturan Pemerintah

Oleh: Fajar Ari Wibowo Minggu 09 Mar 2025, 07:40 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan ketidaksesuaian takaran pada kemasan produk MinyaKita saat melakukan sidak

AYOJAKARTA.COM -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan ketidaksesuaian takaran pada kemasan produk MinyaKita saat melakukan sidak di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/3/2025) siang.

Dalam inspeksi tersebut, ditemukan bahwa kemasan yang bertuliskan "1 liter" ternyata hanya berisi antara 750 hingga 800 mililiter.

Tak hanya itu, harga jual produk Minyakita juga ditemukan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga: Viral! Beredar Video Minyakita Ukuran 1 Liter Ternyata Hanya Berisi 750 ml, Mendag Buka Suara: Itu Video lama

"Minyakita dijual di atas HET, HET-nya Rp15.700, tapi yang dijual Rp18.000. Selain itu, isinya tidak cukup 1 liter,” ujar Mentan seperti dikutip dari akun Instagram @jurnalmiliter pada Minggu (9/3).

Menteri Pertanian tersebut menegaskan bahwa kecurangan semacam ini tidak dapat dibiarkan, terutama di tengah momentum Ramadhan.

Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk segera memproses perusahaan produksi MinyaKita jika terbukti melakukan kecurangan.

Baca Juga: Awas Tertipu! Harga Minyak Goreng Melonjak, Minyakita Palsu Bermunculan di Pasar

"Kami minta diproses, kalau terbukti ditutup. Kami minta diproses bila terbukti disegel, ditutup. Tidak boleh merugikan masyarakat," tegasnya.

Pihak kementerian berjanji akan terus memantau dan menindaklanjuti setiap pelanggaran dalam rantai distribusi produk, guna menjaga kepercayaan masyarakat dan melindungi konsumen.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan produksi MinyaKita mengenai temuan tersebut.

Baca Juga: PPN 12 Persen: Hanya Merek Minyakita, Ini Rincian 3 Golongan Masyarakat yang Dapat Paket Stimulus Ekonomi!

Kejadian ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat memacu peningkatan pengawasan kualitas produk di pasar agar konsumen tidak dirugikan, terutama di masa-masa penting seperti Ramadan.***

Reporter Fajar Ari Wibowo
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil