News

Tanggapan Anies Baswedan soal Ganjar Pranowo yang Jadi Model Tayangan Azan, Beri Reaksi Begini

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Minggu 10 Sep 2023, 10:33 WIB
Kolase foto Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo

AYOJAKARTA.COMAnies Baswedan memberikan tanggapan terhadap kemunculan Ganjar Pranowo dalam tayangan azan maghrib yang ditayangkan di RCTI.

Ketika ditanya oleh wartawan tentang video azan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan merespons dengan senyum dan mengatakan, "Nggak komentar," pada Sabtu (9/9/2023).

Dilansir AyoJakarta.com dari suara.com, Minggu (10/9/2023) Anies Baswedan memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait hal tersebut.

Baca Juga: Anies Baswedan Masih Berharap AHY Balik ke Koalisi, Demokrat : Tidak Ada CLBK, Mau di-Ghosting Dua Kali?

Sementara bakal calon wakil presiden, Cak Imin, menyerahkan masalah beredarnya video azan Ganjar di RCTI kepada pihak yang berwenang.

Ia mengatakan, tugas KPI dan Bawaslu yang bisa mengomentari.

PDIP Nilai Ganjar Sosok Religius

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, mengapresiasi Ganjar Pranowo sebagai sosok religius dalam responnya terhadap video adzan yang muncul.

Baca Juga: Curhat Anies Baswedan dan Cak Imin Masih Ngarep Demokrat ‘CLBK’ hingga Tunggu Dukungan Resmi PKS

Hasto menegaskan bahwa kemunculan Ganjar dalam video adzan bukanlah politik identitas, melainkan karena Ganjar dianggap sebagai individu yang memang memiliki nilai religius yang kuat.

Hasto mengungkapkan bahwa Ganjar Pranowo telah memberikan ajakan positif kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah dengan taat.

Oleh karena itu, Hasto berpendapat bahwa tampilan spiritualitas Ganjar tidak seharusnya disalahartikan sebagai politik identitas.

Baca Juga: Curhat Anies Baswedan Masih Butuh Kehadiran Demokrat untuk Jaga Ikhtiar Perubahan

Lebih lanjut, Hasto Kristiyanto menyatakan keyakinannya bahwa religiusitas Ganjar tidak perlu dipertanyakan, mengingat Ganjar terlihat rajin beribadah dan bersikap santun.

Ia juga menekankan bahwa religiusitas Ganjar tampak dari keluarganya, termasuk istrinya, Siti Atiqah, yang berasal dari kalangan pesantren.

Ganjar dan Siti Atiqah, menurut Hasto, menjalani kehidupan spiritual yang mencerminkan ketakwaan kepada Tuhan dan bukan sesuatu yang dipaksakan.

Baca Juga: Curhat Anies Baswedan Masih Butuh Kehadiran Demokrat untuk Jaga Ikhtiar Perubahan

Hasto menuturkan bahwa sosok Ganjar yang rajin beribadah, baik, santun, dan merakyat adalah asli dan tidak ada unsur rekayasa.

Dengan demikian, PDIP memberikan penilaian positif terhadap Ganjar Pranowo sebagai sosok yang memiliki nilai-nilai religius yang tulus dan bukan sekadar politik identitas.

Tanggapan KPI dan Bawaslu

Sementara itu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah meminta klarifikasi dari stasiun televisi yang menayangkan Ganjar dalam tayangan adzan.

Baca Juga: Anies Baswedan Jadi Pembuka Pembicara Acara Kuliah Kebangsaan FISIP UI, Singgung Soal Pemberantasan Korupsi

KPI telah mengirim surat kepada stasiun televisi tersebut untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

Aliyah, Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI, mengungkapkan, "Kami minta segera klarifikasi Lembaga Penyiaran yang menayangkan (video adzan Ganjar).

Kami sudah mengirimkan surat, tinggal menunggu respons dari pihak lembaga penyiaran."

Baca Juga: Takut Kehilangan Suara, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Rayu PKS untuk Tetap di Koalisi Perubahan?

Meskipun demikian, KPI belum dapat memastikan apakah stasiun televisi tersebut telah melakukan pelanggaran dalam menayangkan adzan Ganjar.

KPI menjelaskan bahwa mereka sedang melakukan pengkajian terkait hal ini.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Rahmat Bagja, juga memberikan komentar mengenai tayangan adzan yang menampilkan Ganjar.

Baca Juga: Usai Deklarasi Cak Imin Jadi Cawapres, PKS Yakini Anies Baswedan Tetap Bisa Menang Meski...

Rahmat menyatakan bahwa Bawaslu saat ini tengah melakukan kajian terhadap tayangan adzan tersebut.

Mereka sedang mengevaluasi unsur politik yang mungkin ada dalam tayangan tersebut, meskipun belum memberikan pernyataan apakah ada indikasi kampanye oleh salah satu calon presiden melalui tayangan tersebut.

Rahmat menegaskan bahwa Bawaslu akan segera mengkaji dan mengumumkan temuannya kepada publik dalam waktu dekat.

Dia juga berharap bahwa tayangan adzan ini akan menjadi perhatian bagi semua peserta pemilu dan lembaga penyiaran publik, dan mengingatkan mereka untuk berhati-hati dalam konteks pemilu.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Desi Kris