AYOJAKARTA.COM – Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yakni Anies Baswedan kembali buka suara terkait keluarnya Partai Demokrat dari koalisi.
Dalam penyampaiannya Anies Baswedan mengaku masih membuka peluang kepada Partai Demokrat untuk kembali masuk ke dalam koalisinya.
Menurutnya kehadiran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Koalisi Perubahan akan menambah kekuatan koalisi yang sudah terbentuk.
Baca Juga: 7 Sifat Seorang Golongan Darah A, Nomor 5 Jarang Dilakukan Kebanyakan Orang!
Kendari demikian, ia masih berharap dengan kembalinya Partai Demokrat dalam KPP sebagai ikhtiar perubahan yang semakin terjaga.
“Berkali-kali kami sampaikan juga bahwa kehadiran PKB ini adalah menambah kekuatan. Kita berharap kekuatan ikhtiar perubahan ini juga terjaga dengan Demokrat masih bersama-sama,” ujar Anies Baswedan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan bahwa pihaknya akan menyambut baik bilamana Partai Demokrat CLBK dan ingin bergabung kembali dengan Koalisi Perubahan.
Meskipun demikian, Anies Baswedan tidak akan memaksa dan tetap mengembalikan sepenuhnya kepada Partai Demokrat dan menghormati keputusan yang telah diambil.
“Kita menyambut baik sambil kita menghormati keputusan yang diambil,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan pasangan cawapres dari Anies Baswedan yakni Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang juga berharap Partai Demokrat kembali ke KPP meski telah mencabut dukungan beberapa waktu yang lalu.
Baca Juga: Melihat Kehebatan Skutik Maxi New KMAX 180 2023, Nmax dan PCX Auto Panik!
“Saya sama Mas Anies sangat berharap dan menunggu untuk bergabung dan bersama-sama menjadi bagian dari kekayaan Indonesia yang plural ini, Indonesia yang berbhineka ini,” ungkap Cak Imin dikutip AyoJakarta.com dari unggahan kanal YouTube KOMPASTV, Minggu (10/9/2023).
“Dan koalisi kita ini akan semakin banyak, semakin bagus, banyak partai yang bergabung akan bagus, Bahkan kita berharap juga Demokrat bisa bergabung kembali,” sambungnya.
Untuk saat ini baik Anies Baswedan maupun Muhaimin Iskandar masih menunggu dukungan resmi dari Partai Kesejahteraan Sosial (PKS).
Keduanya berharap PKS akan segera menentukan pilihan mendukung pasangan Anies-Cak Imin pada Pilpres 2024 mendatang.
Menurut Cak Imin, PKS merupakan partai yang lebih dahulu mendukung Anies Baswedan dibanding dengan PKB.
Maka dari itu, dirinya akan terus berkomunikasi dengan PKS terkait dengan arahan dukungan dalam Pilpres 2024.
Terkait dengan belum adanya dukungan resmi dari PKS untuk dukungan bakal pasangan capres dan cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Anies Baswedan meminta agar menunggu proses internal PKS, dirinya juga menyebut tetap ingin menjaga kekompakan partai koalisi pendukung agar bisa terus bekerjasama.
Kendati demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku akan menghargai keputusan yang akan diambil PKS untuk membahas terlebih dahulu pasca deklarasi Anies-Cak Imin.
“Itu adalah prosedur yang harus dijalani oleh PKS karena mereka memiliki AD ART, dan ingat ketika dulu saya dicalonkan oleh NasDem, itu tanggal 3 Oktober,” ujar Anies Baswedan.
“Kemudian Majelis Syuro berproses, baru pada awal tahun PKS menyatakan dukungan,” tandasnya.***
Share this article
Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yakni Anies Baswedan kembali buka suara terkait keluarnya Partai Demokrat