AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini viral video penganiayaan orang dicambuk di mobil berkali-kali tanpa ampun. Terlihat kulit punggungnya terluka hingga berdarah.
Video tersebut viral di sosial media dan juga bersamaan dengan keterangan yang disematkan bahwa orang yang dicambuk di mobil tersebut telah merenggang nyawa.
Bahkan video tersebut juga dikait-kaitkan dengan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Paspampres yakni Praka RM dan dua anggota TNI lainnya terhadap Imam Masykur.
Baca Juga: Formasi CPNS 2023 Kemenag alias Kementerian Agama, Berminat Daftar?
Dalam video terlihat pemuda tersebut terluka di bagian punggung atau belakang tubuhnya setelah dicambuk.
Informasi tersebut baru tersebar pada Sabtu (26/8/2023) sedangkan jenazah korban yakni Imam Masykur sudah diserahkan kepada pihak keluarga pada (24/8/2023) lalu.
Terkait dengan viralnya video yang beredar saat ini, Danpomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar buka suara dan memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa video viral orang dicambuk dimobil yang diduga Imam Masykur merupakan hoaks atau dengan kata lain tidak benar.
“Di dalam mobil bukan itu, itu hoaks. Tidak ada kaitannya (dengan kasus Imam Masykur),” ujar Irsyad dalam konferensi pers di Markas Polisi Militer dikutip AyoJakarta.com dari laman Suara pada Selasa (29/8/2023).
Baca Juga: Partai Hanura Mantapkan Dukungan untuk Ganjar Pranowo: Energi yang Baik untuk Kami
Dalam keterangan persnya, Danpomdam Jaya menyebut bahwa dalam kasus penculikan dan penganiayaan yang menewaskan Imam Masykur ini seorang pemuda asal Aceh.
Melibatkan tiga anggota TNI dan seorang warga sipil. Adapun ketiga anggota TNI yang terlibat yakni Praka RM yang merupakan anggota Paspampres, dan dua rekannya Praka J dan Praka HS yang berasal dari kesatuan lain.
Sedangkan warga sipil yang turut terlibat berinisial MS yang tidak lain adalah kerabat dari salah satu pelaku penganiayaan.
Lebih lanjut Irsyad mengungkapkan bahwa para pelaku melakukan penculikan terhadap Imam Masykur karena masalah ekonomi yakni meminta tebusan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Praka RM dan dua rekannya tidak mengenal Imam Masykur atau tidak memiliki masalah sebelumnya dengan korban.
“(Motifnya) uang tebusan,” kata Irsyad menambahkan.
Danpomdam Jaya juga membenarkan bahwa Praka PM cs meminta tebusan senilai Rp50 juta. Namun karena pihak korban tidak tidak menyanggupi, ketiga pelaku kemudian memukuli korban hingga tewas.
Irsyad juga mengatakan alasan dari Praka RM dan rekannya memilih untuk menculik Imam Masykur karena korban merupakan pedagang obat ilegal.
Maka dari itu menurutnya, mereka para pelaku berani menculik korban karena mengetahui bahwa Imam Masykur tidak akan berani melapor pada Polisi.
Untuk saat ini ketiga pelaku telah ditahan di Pomdam Jaya untuk didalami proses penyidikan.***