News

Anies Baswedan Terima Pusaka Tombak Cakra dari Masyarakat Kotagede, Ternyata Inilah Maknanya

Oleh: Karseno AJ Selasa 15 Agu 2023, 16:14 WIB
Anies Baswedan menerima Cakra dari keluarga besar Kotagede, anak turunan dari para pendiri Kerajaan Mataram Islam ketika ziarah ke makam Panembahan Senopati di Kompleks Makam Raja Mataram Islam, Kotagede, Yogyakarta, Minggu (14/8/2023).

AYOJAKARTA.COM - Di sela kunjungan safari politiknya di Jawa Tengah, calon presiden Anies Baswedan melakukan ziarah ke makam Raja-Raja Mataram di Bantul.

Setelah melakukan ziarah ke makam Raja-Raja Mataram, sejumlah warga Kotagede memberikan souvenir kepada Anies Baswedan.

Menerima bingkisan berupa Tombak Cakra dari warga Kotagede, Anies Baswedan mengaku teringat peristiwa di tahun 2015.

Pernyataan terkait cakra tersebut disampaikan Anies Baswedan kepada awak media setelah menerima tombak Cakra.

“Ini mengingatkan saya ketika tahun 2015 menerima pengembalian cakra Pangeran Diponegoro yang diambil oleh Belanda pada tahun 1828,” jelas Anies Baswedan.

Baca Juga: Dukungan untuk Prabowo Subianto Buah Cawe-cawe Presiden Joko Widodo? Begini Kata Analis Politik Yunarto Wijay

Anies Baswedan menambahkan pada tahun 2015 Belanda mengembalikan benda bersejarah tersebut kepada pemerintah Indonesia.

“Kami mendapatkan kehormatan untuk mewakili Pemerintah dan Rakyat Indonesia menerima cakra itu kembali,” imbuhnya.

Sehubungan dengan penerimaan Tombak Cakra yang diterima dari warga Kotagede, Anies Baswedan menilai bahwa pemberian tersebut merupakan suatu amanah.

“Ini adalah sebuah amanah yang kami emban, simbolik sifatnya dan mengirimkan dua kata kunci yang tertulis di sini,” terang Anies Baswedan sambil memperlihatkan cakra.

Baca Juga: Soal Kunjungan Ganjar Pranowo ke Kediaman Gus Dur yang Timbulkan Polemik, Yenny Wahid Tegaskan Hal Ini

Berbeda dengan Tombak Cakra sebagaimana lazimnya, tombak yang diterima Anies Baswedan dari warga Kotagede mengandung simbol khusus.

Pada masing-masing penampang cakra, terdapat dua kalimat Arab bertuliskan Ar Rahman serta Al Malik yang berarti Penyayang dan Penguasa.

“Dua kata kunci yang tertulis di cakra ini yaitu Ar Rahman dan Al Malik,” ujar Anies Baswedan.

Dengan diterimanya tombak cakra tersebut, Anies Baswedan berharap bisa terus menjaga amanah dalam mengemban tugas kepemimpinan.

“Mudah-mudahan sifat dari Arrahman bisa terus kami jaga sebagaimana kemarin ketika bertugas di Jakarta,” ungkap Anies Baswedan.

Baca Juga: Masih Bungkam! Anies Baswedan Enggan Umumkan Cawapres di Pilpres 2024

Dengan sifat penuh rasa sayang, Anies Baswedan berharap bisa melakukan proses kepemimpinan secara adil dan tidak membeda-bedakan perlakuan.

“Sebagaimana kewenangan yang diemban, dipakai sebanyak-banyaknya untuk bisa menghadirkan keadilan,” terang Anies Baswedan.

Pada kesempatan tersebut, Anies Baswedan juga berterima kasih atas pemberian tombak cakra yang diberikan oleh sejumlah penerus Kerajaan Mataram.

“Kepada keluarga besar masyarakat Kotagede, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan itu,” tambah Anies Baswedan.

Baca Juga: Golkar dan PAN Kompak Rapatkan Dukungan ke Gerindra, Anies Baswedan Berikan Respons Begini

Selain berterima kasih, tombak cakra yang diterimanya bukan saja merupakan simbol inklusif terhadap kepentingan suatu golongan.

Penerimaan tombak cakra, menurut Anies Baswedan merupakan suatu momentum sekaligus refleksi atas kejayaan Kerajaan Mataram di bawah kepemimpinan Sultan Agung.

“Pada saat kejayaan Sultan Agung itulah berbagai inovasi kita jaga sampai nanti,” pungkasnya dikutip Ayojakarta pada Selasa 15 Agustus 2023 dari YouTube Kompas TV.***

Reporter Karseno AJ
Editor Fathul Amanah