AYOJAKARTA.COM - Partai Golkar dan PAN secara resmi memberi dukungan kepada capres Prabowo Subianto pada Minggu 13 Agustus 2023.
Bergabungnya Partai Gerindra, PKB, PAN serta Partai Golkar untuk mendukung Prabowo Subianto membuat banyak opini publik.
Dukungan kepada Prabowo Subianto yang sedemikian besar dinilai sebagian kalangan sebagai buah dari cawe-cawe Presiden Joko Widodo.
Besarnya gabungan persentase Presidential Threshold yang mencapai hampir 50 persen dinilai sebagai salah satu indikasi.
Dalam pidatonya, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai Prabowo Subianto merupakan sosok yang tepat untuk meneruskan program Jokowi.
“Proses yang diawali oleh Presiden Joko Widodo wajib dilanjutkan dan kami merasa bahwa Bapak Prabowo Subianto adalah tokoh yang tepat,” ujar Airlangga Hartarto.
Lebih lanjut dalam pidatonya, Airlangga Hartarto menilai bahwa langkah tersebut perlu diwujudkan agar Indonesia menjadi negara maju.
Sehubungan dengan anggapan yang menyebut dukungan terhadap Prabowo Subianto tidak lepas dari peran peran Presiden Joko Widodo, Ketum PAN memberi sanggahan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa dukungan terhadap Prabowo Subianto lahir atas keinginan masing-masing partai.
“Nggak ada persetujuan Pak Jokowi, dari Presiden tidak ada arahan. Jadi ini keputusan bersama secara bareng-bareng,” jelas Zulkifli Hasan.
Meski Ketua Umum PAN menampik tentang peran Presiden Joko Widodo, namun sejumlah Analis Politik memiliki pandangan lain.
Menurut Yunarto Wijaya, pernyataan Ketua Umum PAN pada Minggu 13 Agustus 2023 tidak sejalan dengan pernyataan sebelumnya.
“Bang Zulkifli Hasan tanggal 4 Mei pernah mengatakan bahwa saya nggak pusing, nanti pilihan di Capres-Cawapres ditentukan Pak Jokowi saja,” ujar Yunarto Wijaya.
Baca Juga: Tanggapan Anies Baswedan Soal Partai Golkar yang Dukung Prabowo Subianto: Kami Menghormati
Lebih lanjut, Yunarto Wijaya menambahkan bahwa Ketum PAN akan mengikuti arahan yang datang dari Presiden Joko Widodo.
“Pak Jokowi bilang kanan, saya kanan. Pak Jokowi kiri saya kiri, ada landasan statement walaupun hari ini dibantah,” lanjut Yunarto Wijaya.
Hal yang sama mengenai dukungan kepada Prabowo Subianto, menurut Yunarto Wijaya juga sempat dilakukan Partai Golkar.
“Gosipnya bermula dari Pak Hasyim yang dalam sebuah daring mengatakan bahwa ada pertemuan terjadi antara Airlangga, Prabowo dengan Sekjen Golkar,” ungkap Yunarto Wijaya.
Analis Politik Yunarto Wijaya menambahkan, bahwa dalam pertemuan tersebut ada restu dan izin dari Pak Jokowi.
“Jadi kalau ini dibilang dalam sebuah ruang yang kosong, saya pikir naif juga karena statement itu sudah pernah muncul dari Petinggi PAN dan Golkar,” pungkas Yunarto Wijaya.
Demikian dikutip Ayojakarta pada Selasa 15 Agustus 2023 dari YouTube Metro TV.***