News

Dikabarkan jadi Orang yang Membekingi Operasional Ponpes Al Zaytun, Moeldoko Tegaskan Hal Ini

Oleh: Karseno AJ Jumat 07 Jul 2023, 08:31 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

AYOJAKARTA.COM - Kisruh adanya ajaran menyimpang Panji Gumilang di Ponpes Al Zaytun kembali menjadi sorotan media.

Selain dikecam karena dianggap melakukan penistaan agama, pendiri Ponpes Al Zaytun juga dikabarkan melakukan gerakan makar.

Sejumlah kabar bahkan menyebut bahwa pusat gerakan Negara Islam Indonesia atau DI/TII bersembunyi dibalik nama besar Ponpes Al Zaytun.

Baca Juga: Kasus Ponpes Al Zaytun Memasuki Tahap Penyidikan, Ridwan Kamil: Masyarakat Mohon Tetap Kondusif

Menindaklanjuti polemik yang semakin berkembang, sejumlah penanganan segera dilakukan pemerintah.

MUI, Kementerian Agama, Menko Polhukam serta Wakil Presiden diketahui turut serta menyudahi polemik Ponpes Al Zaytun.

Selain menyoroti bangunan yang luas dan megah, mencuatnya kasus Ponpes Al Zaytun juga ikut menyeret sejumlah tokoh nasional.

Baca Juga: Lagi-lagi! Terungkap Ajaran Kontroversial Ponpes Al Zaytun Kini Soal Hewan Kurban: Cukup Diternak Saja

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Imam Supriyanto, Pendiri Yayasan Pesantren Indonesia yang juga menaungi Ponpes Al Zaytun.

Imam menyebut, nama Jenderal Purnawirawan Moeldoko yang kini menjabat Kepala Staf Presiden ikut membekingi Ponpes Al Zaytun.

Sehubungan dengan adanya anggapan tersebut, Jenderal (Purn) Moeldoko sempat memberi keterangan.

Baca Juga: Dugaan Penistaan Agama di Ponpes Al Zaytun, Listyo Sigit: Kita Tunggu Saja Hasilnya

Menurut Moeldoko yang ketika itu masih menjabat sebagai Pangdam Siliwangi, dirinya sempat ditolak untuk menemui Panji Gumilang.

Setelah sejumlah  upaya dilakukan, Moeldoko kemudian berkesempatan untuk dapat menemui Panji Gumilang.

Lebih lanjut, Moeldoko menjelaskan bahwa penolakan sempat terjadi bukan saja di Ponpes Al Zaytun, tetapi juga di sejumlah pondok lain di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: Kasus Ponpes Al Zaytun Milik Panji Gumilang Sebentar Lagi Akan Ada Tersangkanya Ungkap Mahfud MD

“Awalnya memang banyak yang resistance, setelah saya yakinkan tidak masalah, mari kita susun kurikulumnya sama-sama,” jelas Moeldoko.

Usai merancang kurikulum yang sesuai dengan wawasan kebangsaan dengan mengikutsertakan institusi penegak hukum,  pesantren bisa menerima.

Akibat usaha memperkenalkan wawasan kebangsaan di kalangan pesantren yang dilakukan terbilang berhasil, hubungan Moeldoko kembali berlanjut.

Baca Juga: Fantastis! Panji Gumilang Pimpinan Ponpes AL Zaytun Miliki 256 Rekening, Mahfud MD: Agak Mencurigakan

Pada tahun 2018, ketika Ponpes Al Zaytun ingin membangun waduk untuk keperluan irigasi dan pertanian di lingkungan pesantren, Moeldoko diminta hadir.

“Waktu itu kita diundang untuk memberikan ceramah, sekaligus menancapkan pilar,” jelas Moeldoko.

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko yang berada di tengah-tengah pengurus pondok serta santri mengaku kagum dengan keragaman di Ponpes Al Zaytun.

Baca Juga: Terungkap! Masa Lalu Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun yang Ajarkan Ajaran Islam Kontroversial

“Yang memegang palu pertama, itu diwakili semua agama, saya melihat persoalan toleransinya cukup baik,” imbuh Moeldoko.

Terkait dengan adanya anggapan bahwa Ponpes Al Zaytun tidak sekedar sebuah bangunan pendidikan, Moeldoko memberi tanggapan.

Menurutnya jika memang ada indikasi kepada tindakan makar atau penyimpangan terhadap ajaran agama, maka langkah-langkah pemulihan perlu dilakukan.

Baca Juga: Belum Usai Polemik Ponpes Al Zaytun, Kini Muncul Ponpes Al Kafiyah Salat Isya 100 Rakaat Buat Stok Seminggu

Beredarnya anggapan yang menyebut bahwa dirinya menjadi salah satu beking gerakan operasional di Ponpes Al Zaytun, Moeldoko memberi sanggahan.

“Tidak! Apa kepentingan saya kepada mereka, harus jelas!” pungkas Moeldoko seperti dikutip AyoJakarta.com pada Jumat, 7 Juli 2023 dari YouTube tvOnenews.***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris