News

Tujuan dan Peristiwa Penting yang Terdapat Dalam Hari Raya Waisak

Oleh: Nisrina Harum Lestari Minggu 04 Jun 2023, 16:03 WIB
Perayaan Hari Raya Waisak

AYOJAKARTA.COM - Hari Raya Waisak merupakan hari suci umat Buddha yang dirayakan setiap tahunnya.

Di tahun ini, seluruh umat Buddha merayakan Hari Raya Waisak 2567 BE yang jatuh pada Minggu, 4 Juni 2023.

Perayaan Hari Raya Waisak ini tentu memiliki tujuan sekaligus memperingati tiga peristiwa penting Buddha.

Baca Juga: Johnny G Plate Bakal Bebas dari Kasus Korupsi? NasDem Pasang Badan dan Ajukan Praperadilan, Kejagung Ingatkan…

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Karuna TV pada Minggu (4/6/2023), penamaan Hari Raya Waisak diambil dari bahasa Pali, yakni ‘Vesakha’ atau dalam bahasa Sansekerta disebut dengan ‘Vaisakha’.

Diketahui, nama ‘Vaisakha’ berasal dari nama bulan dalam kalender Buddhis yang biasanya jatuh di bulan Mei kalender masehi.

Di kalangan umat Buddha, Hari Raya Waisak dikenal dengan nama Trisuci Waisak karena bertepatan dengan peristiwa penting dalam sejarah Buddha.

Peristiwa penting yang tersebut diantaranya adalah kelahiran pangeran Siddharta, penerangan sempurna oleh Gautama, dan kematian Gautama yang terjadi di hari yang sama ketika bulan purnama di Waisak.

Baca Juga: Beli Tiket Sendiri! Kehadiran Anies Baswedan di Acara Formula E bersama Keluarga Jadi Sorotan

Saat Hari Raya Waisak tiba, umat Buddha biasanya akan pergi melakukan ritual puja bakti di vihara.

Ritual puja bhakti tersebut dilaksanakan untuk mengingat kembali ajaran sang Buddha, meniru perilaku dan melaksanakan ajaran Buddha.

Bagi umat Buddha, hal tersebut berarti mematuhi peraturan moral, seperti menghindari pembunuhan makhluk hidup, berbohong, asusila, mencuri, hingga mabuk-mabukan.

Selain itu, ketika Hari Raya Waisak tiba, umat Buddha akan membantu orang—orang yang membutuhkan dan melepas hewan sebagai bentuk cinta kasihnya.

Tidak sampai di situ saja, umat Buddha juga akan merenungkan semua perbuatan yang dilakukannya selama ini.

Baca Juga: Ucapan Hari Raya Waisak 2567 Jokowi, hingga Cerita Hangat Ritual Budaya Thudong para Biksu ke Candi Borobudur

Hal ini dilakukan dengan harapan di masa depan tidak akan mengulangi perbuatan yang buruk dan merugikan.

Hari Raya Waisak ini bisa memberikan contoh kepada umat Buddha agar meneladani cinta kasih kepada setiap makhluk hidup.

Harapan besar yang terkandung dalam Hari Raya Waisak adalah manusia diharapkan dapat merenungi segala perbuatannya dan hidup dengan cinta kasih.

Dalam Dhammapada dijelaskan bahwa kebencian tidak akan selesai apabila dibalas dengan kebencian, hanya dengan cinta kasih kebencian akan lenyap.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Jinan Vania Barizky