News

Apa Makna Menerbangkan Lampion Saat Waisak? Ternyata Memiliki Arti yang Sakral dan Menyentuh

Oleh: Awit Wiarni Rabu 31 Mei 2023, 16:56 WIB
Ilustrasi lampion Waisak

AYOJAKARTA.COM - Waisak merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang memperingati kelahiran, pencerahan, dan nirwana Sang Buddha Gautama yang salah satu tradisi yang dilakukan adalah dengan melepaskan lampion, lalu apa makna menerbangkan lampion saat Waisak?

Pada artikel ini akan dijelaskan makna menerbangkan lampion saat Waisak yang ternyata sangat menyentuh dan sakral.

Makna menerbangkan lampion saat Waisak sangat mendalam bagi umat Buddha dan memberikan pesan yang universal tentang kebijaksanaan, pencerahan, dan kebebasan.

Baca Juga: UPDATE Rangkaian Acara Waisak 2023 di Borobudur, Dihadiri Bikkhu dari Berbagai Negara Hingga Festival Lampion

Hari Raya Waisak akan jatuh pada Minggu, 4 Juni 2023, di Indonesia sendiri detik-detik Waisak akan dilaksanakan di Candi Borobudur.

Dilansir AyoJakarta.com dari laman indonesia.travel (31/5/2023), lampion adalah simbol cahaya dan pencerahan dalam agama Buddha.

Dalam pelepasan lampion, umat Buddha melepaskan lampion-lampion ke langit sebagai tanda penghormatan dan rasa syukur kepada Sang Buddha dan ajarannya.

Baca Juga: Apakah 2 Juni 2023 Cuti Bersama Peringatan Waisak? Bersiaplah Long Weekend, Simak Daftar Libur SKB 3 Menteri

Tindakan ini juga melambangkan penghilangan kegelapan dan kedukaan, serta mendorong tumbuhnya kebijaksanaan dan pencerahan dalam hati setiap individu.

Selain itu, pelepasan lampion juga mengandung makna tentang melepaskan ikatan dan keinginan duniawi.

Dalam ajaran Buddha, keinginan dan ikatan pada hal-hal materi dan keduniawian adalah sumber penderitaan.

Baca Juga: Hari Raya Waisak Makin Dekat, 32 Biksu Viral Asal Thailand Sampai Mana?

Dengan melepaskan lampion, umat Buddha diingatkan untuk melepaskan keinginan yang berlebihan dan menemukan kebebasan dalam hati mereka.

Lampion yang naik ke langit juga melambangkan pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian yang terjadi dalam kehidupan manusia.

Selain itu, pelepasan lampion juga melibatkan pengertian tentang penerangan dan penyebaran cahaya kasih sayang.

Baca Juga: Benarkah 2 Juni 2023 Cuti Bersama Peringatan Waisak? Simak Keputusan Resmi SKB 3 Menteri

Lampion yang terang benderang melambangkan kasih sayang dan kebaikan yang dapat diberikan kepada semua makhluk hidup.

Dalam tradisi Waisak, umat Buddha juga diingatkan untuk menebarkan cahaya kasih sayang kepada semua orang dan menciptakan harmoni dalam masyarakat.

Pelepasan lampion dalam Waisak bukan hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi ajang refleksi dan introspeksi diri.

Baca Juga: Jalankan Ritual Thudong, 32 Biksu Berjalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur untuk Peringati Waisak

Dalam momen ini, umat Buddha diundang untuk mengenang ajaran-ajaran Sang Buddha Gautama dan melihat bagaimana ajaran tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelepasan lampion menjadi momen spiritual yang menghubungkan umat Buddha dengan jalan kebijaksanaan dan pencerahan.

Di samping itu, pelepasan lampion juga memiliki nilai estetika yang indah dan memberikan keindahan visual dalam perayaan Waisak.

Baca Juga: Intip Meriahnya Perayaan Hari Raya Waisak di Borobudur, Indahnya Festival Lampion Jadi Penutup

Ribuan lampion yang melayang di langit malam menciptakan pemandangan yang memukau dan mengesankan.

Momen ini juga menjadi kesempatan untuk menghargai keajaiban alam dan memperkuat rasa kagum terhadap keindahan dan keragaman dunia ini.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Desi Kris