AYOJAKARTA.COM -- Semakin dekatnya Hari Raya Waisak pada 4 Juni 2023, membuat banyak warganet yang bertanya-tanya sampai dimanakah ke 32 sosok biksu yang melakukan praktik dalam Thudong yaitu berjalan kaki sejak dari Thailand hingga Magelang, Jawa Tengah.
Sebelumnya jagat dunia maya dihebohkan atas praktik Thudong yang dilakukan oleh 32 biksu.
Banyak video di berbagai media sosial menampilkan sosok para biksu yang berjalan kaki dengan penuh semangat menuju Candi Borobudur.
Baca Juga: Perjalanan 32 Biksu Menuju Candi Borobudur Akan Dihentikan Sementara untuk Istirahat, di Mana?
Dikutip pada 25 Mei 2023 melalui AyoJakarta.com melalui akun media sosial Theravadin Garis Lucu, dijelaskan sampai di mana para biksu atau bhikku ini.
32 Biksu Viral Asal Thailand sampai Mana?
Diketahui para bhikku atau biksu ini telah sampai di Provinsi Jawa Tengah beberapa hari lalu, hal ini aktif disampaikan perkembangannya melalui akun media sosial Theravadin Garis Lucu.
“Terima kasih Pemalang. Halo Pekalongan. Omong-omong, biru, kuning, merah, putih, jingga adalah bendera buddhis, ya!” Tulis @TheravadinGL.
Tampak unggahan video biksu yang sedang melewati tugu batas kota antara Pemalang dan Pekalongan bersama 31 biksu lain dan rombongan Banser yang siap siaga sedia memantau keamanan, kenyamanan, dan kesehatan para biksu.
Diketahui terdapat juga bendera lain yang berkibar selain sang Saka Merah Putih dan itu merupakan bendera Buddhis.
Baca Juga: Makin Viral 32 Biksu Melakukan Thudong ke Candi Borobudur, Ini 3 Fakta Uniknya
Bahkan setelah melewati tugu batas kota, banyak anak kecil yang masih menyambut dan berjalan bersama para biksu.
“Are you tired?” tanya seorang Biksu menggunakan Bahasa Inggris yang berarti apakah kamu lelah.
Sang anak hanya tersenyum sambil berjalan beriringan dengan sang biksu. Tampak peluh keringat di tengah teriknya matahari saat siang hari.
Lebih jelas ritual Thudong adalah ritual yang dilakukan oleh para Biksu Dhutanga yang melakukan pertapaan ketat, kehidupan pengembaraan, pertapaan terpencil dan meditatif.
Praktik Thudong ini berisikan 13 ketentuan, salah satunya berjalan kaki. Dikutip melalui Theravadin Garis Lucu, para biksu hidup dengan tiga posisi tubuh yaitu berjalan, berdiri, dan duduk, serta menghindari berbaring.
Sementara itu, para biksu yang telah sampai di Pekalongan akan terus melanjutkan perjalanan hingga sampai ke Magelang, Jawa Tengah. Tepatnya di Candi Borobudur untuk melakukan ibadah Hari Raya Waisak.
Dikutip melalui Direktorat Jenderal Masyarakat Buddha Kementerian Agama, dijelaskan akan ada pengambilan api alam pada 2 Juni 2023.
Pengambilan api alam ini akan mencakup tiga titik api abadi seperti di Purwodadi, Grobogan, dan Mrapen, Jawa Tengah.
Pada lokasi tersebut akan dilaksanakan Upacara Ritual Api Alam Tri Suci Waisak dan Puja Bhakti Pensakralan Api Alam oleh para Bhikku Sangha dan tokoh agama.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Banyak video di berbagai media sosial menampilkan sosok para biksu yang berjalan kaki dengan penuh semangat menuju Candi Borobudur.