AYOJAKARTA.COM - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, berbagai partai politik sudah mulai mengumumkan nama-nama calon anggota legislatif (caleg).
Beberapa partai politik juga sudah mulai mendaftarkan calegnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Tokoh yang menjadi caleg pada Pemilu 2024 datang dari berbagai kalangan, mulai dari selebriti hingga menteri.
Seperti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly didaftarkan sebagai caleg oleh PDIP.
Disusul dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Komunikasi dan Infomatika (Menkominfo) Johnny G Plate yang juga maju menjadi caleg dari partainya masing-masing.
Mengenai menterinya yang maju sebagai caleg di Pemilu 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi tanggapan.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa tidak ada masalah apabila ada menterinya yang maju sebagai caleg.
Baca Juga: Jokowi: Rakyat Butuh Sosok Pemimpin Berani, Bukan Hanya Duduk di Istana
Ini karena berdasarkan aturan yang ada, tidak ada larangan untuk menteri maju sebagai caleg pada Pemilu.
Akan tetapi, Presiden Jokowi mengingatkan agar para menteri yang maju sebagai caleg tidak lupa dengan kewajibannya.
“Yang harus kita tahu ya, secara aturan memang diperbolehkan. Kalau dari saya yang penting tidak mengganggu tugas-tugas keseharian,” kata Presiden Jokowi dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Kompas TV, Senin (15/5/2023).
Baca Juga: Respons Hengky Kurniawan Usai Dilaporkan ke KPK Soal Rotasi Jabatan: Sesuai Peraturan Menteri
Presiden Jokowi menuturkan bahwa dirinya akan selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja para menterinya.
Jika kegiatan caleg tersebut dinilai mengganggu kinerja pemerintahan maka Presiden Jokowi akan mengambil tindakan.
“Selalu saya evaluasi, kalau memang mengganggu, kerjanya terganggu, ganti bisa, itu aja,” tuturnya.***