News

Hasil Survei Tertinggi, Anies Baswedan Dinilai Masih Susah untuk Cari Dukungan di Pilpres Nanti, Mengapa?

Oleh: Cita Aryani. M Sabtu 13 Mei 2023, 09:15 WIB
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM - Hasil survei Indikator Politik Indonesia, bakal calon presiden untuk Pilpres 2024 pada Provinsi DKI Jakarta masih diungguli oleh Anies Baswedan.

Pasalnya, elektabilitas Anies Baswedan berhasil mengalahkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa populasi pemilih Jakarta di kisaran 4,1 persen. 

Baca Juga: TERUPDATE! Hasil Survei IPI Tunjukkan Elektabilitas Anies Baswedan di Posisi Tertinggi, Salib Prabowo-Ganjar

"Populasi pemilih Jakarta 5 kali lipat lebih terdidik ketimbang populasi nasional. Kemudian dari sisi ekonomi warga Jakarta 7 kali lipat lebih sejahtera ketimbang nasional, " kata Burhanuddin Muhtadi.

Sementara itu, warga Jakarta mempunyai simbolik yang penting dalam memilih capres yang diinginkan di Pilpres 2024.

Untuk elektabilitas Anies tercatat sebesar 28% dalam simulasi pertanyaan terbuka alias top of mind. Kemudian, elektabilitas Ganjar sebesar 21,3%, dan Prabowo 11%.

Baca Juga: Mantapkan Langkah! Anies Baswedan Maju Pilpres 2024, Hingga Tunjuk Kuasa Hukum untuk Antisipasi Hal Ini, Apa?

Burhanuddin juga menjelaskan kalau Anies Baswedan tidak akan bisa mudah mencari dukungan untuk pilpres nanti. 

"Meskipun mas Anies mantan Gubernur DKI Jakarta tetapi memang tidak mudah untuk mendapatkan dukungan solid atau mayoritas di Jakarta karena banyak hal yang pertama adalah Jakarta ini pemiliknya sangat plural, sangat heterogen, tidak ada etnik mayoritas di atas 50 persen, " katanya yang dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV. 

Selanjutnya Burhanuddin melihat bahwa pulau Jawa merupakan etnik mayoritas di Jakarta itu dengan angka 37 %, Betawi 28% ,Sunda 14% terakhir Tionghoa 7%.

Baca Juga: Jika Gol Jadi Presiden, Anies Baswedan Janji Hapus Ketimpangan Sosial

Ia juga menyebutkan bahwa tidak ada capres yang akan menang telak di Jakarta meskipun memiliki rekam jejak elektoral yang bagus. 

Hal ini bisa dilihat pada pencapresan Presiden Jokowi tahun 2019 hanya mendapatkan perolehan suara 52%.

Meskipun ia pernah jadi orang nomor satu di DKI Jakarta sekalipun tetap tidak bisa jadi pemenang. 

Burhanuddin juga mengatakan kembali bawah tidak ada satupun partai yang bisa unggul saat pemilu karena di kontestasi demokrasi nanti setiap partai memiliki peluang.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Desi Kris