AYOJAKARTA.COM - Kontestan pemilu tahun 2024 nampaknya sudah mulai dirasakan masyarakat sejak awal tahun 2023.
Terlebih lagi saat Partai NasDem telah mengumumkan bahwa mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024.
Semua partai politik pun semakin nyata bergerak membangun koalisi kanan kiri dengan harapan banyak meraup suara.
Baca Juga: Anies Baswedan Mengajak Masyarakat Untuk Memilih Pemimpin yang Punya Rekam Jejak Baik, Siapakah Dia?
Proses penjajakan koalisi pun semakin gaduh tatkala Partai PDIP mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden.
Kendati demikian dari beberapa nama bakal calon presiden yang sudah resmi diumumkan, yang masih menjadi pertanyaan adalah siapa para bakal calon wakil presiden dari masing-masing capres.
Hal ini pun saat ini yang sedang banyak dibicarakan di media sosial saat ini, khususnya untuk para pendukung bakal capres Anies Baswedan.
Pasalnya koalisi antara partai pendukung Anies yakni Partai NasDem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tergabung dalam KPP (Koalisi Perubahan untuk Persatuan) hingga saat ini belum sama sekali membocorkan siapa kira-kira nama yang bakal mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut kendati telah lama melakukan deklarasi.
Namun dikutip AyoJakarta.com dari laman rejabar.republika.co.id (6/5/2023), meskipun tidak mengungkapkannya secara gamblang, akan tetapi Anies akhirnya mengatakan kapan estimasi pengumuman tentang sosok pendampingnya tersebut.
"Sedang terjadi di kami ini adalah proses yang sudah melewati masa berbulan-bulan. Jadi dari Oktober saja ke sekarang itu sudah itungannya delapan bulan, dari sebelum Oktober itu Juli," ujar Anies di Kantor Sekretariat Perubahan, Jakarta, Jumat (5/5/2023).
Menurut Anies Baswedan KPP telah sampai pada pada pengerucutan lima nama bakal calon wakil presiden yang kelak akan mendampinginya.
Kendati demikian hingga saat ini proses pembahasan tersebut masih berjalan bersama KPP seiring berjalannya waktu menuju pendaftaran calon presiden dan wakilnya.
"Pembahasan mengenai calon wakil presiden, tim juga Mulai membahas dan nanti ini prosesnya masih berjalan. Tapi seperti teman-teman juga tahu, kebiasaan di Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu kami melakukan proses dulu baru mengumumkan," ujar Anies.
Anies pun mengatakan bahwa ia dan partai yang tergabung dalam KPP telah memiliki sejumlah kesepakatan salah satunya adalah lima kriteria yang harus ada di bakal calon wakil presiden tersebut.
Selain itu di akhir pernyataan Anies menambahkan pemilihan calon pendampingnya sampingnya tersebut bukanlah perkara yang remeh temeh.
Sebab ia dan KPP merasa bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab yang besar sebab hal ini berpengaruh kepada masa depan bangsa.
Baca Juga: Elektabilitas Prabowo-Ganjar di Capres 2024 Melonjak, Posisi Anies Baswedan Stuck Urutan 3
"Kami ingin bertanggung jawab pada publik, kami merasa ini sebuah tanggung jawab penting. Ini bukan main-main ini, bicara tentang bangsa bicara tentang negara dan arah kita ke depan bukan atraksi-atraksi sekedar untuk menjadi percakapan," ujar Anies.
"Itulah sebabnya kita seriusi (pembahasan cawapres), prosesnya nanti kemudian ketika pada waktunya sudah selesai maka kita akan sampaikan kepada masyarakat atas apa yang dijalani," sambung mantan gubernur DKI Jakarta itu.***