AYOJAKARTA.COM- Saat ini nama Sandiaga Uno dilirik oleh pimpinan partai karena memiliki uang yang banyak untuk logistik dalam pemilihan pilpres 2024 mendatang.
"Mas Sandi sebagai Cawapres atau yang dilirik sebagai pilihan wakil presiden juga dilirik karena punya duit logistik" tanya Rosi
"Aamiin, " kata Sandi
"Apa memang karena bargaining politik nya lebih gede?, " tanya Rosi kembali.
Baca Juga: Ditanya Soal Alasannya Digadang-gadang Jadi Bakal Cawapres karena Kaya, Begini Jawaban Sandiaga Uno
"Nggak juga mungkin banyak yang lebih kaya dalam konteks politik dan dalam konteks political capital atau modal politik, tapi menurut saya biaya politik ini mahal, " kata Sandi.
Dalam sesi wawancara tersebut, Sandi juga mengaku, ia mengeluarkan biaya kampanye sekitar Rp 1 triliun saat menjadi cawapres dalam pemilihan presiden 2019. Seperti yang diketahui, Sandi pada waktu itu maju sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto.
Namun, Sandi mengatakan bahwa biaya tersebut telah ia laporkan dan diaudit oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta terekam dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) nya.
"Mungkin dua tahun setelah Pilgub DKI itu, hampir Rp 1 triliun," kata Sandi.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Penganiayaan David! AG Kendarai Rubicon Buat Bawa Kabur Barang Bukti?
Selain itu, Sandi menjelaskan kalau biaya kampanye pemenangan Prabowo-Sandi kala itu tak hanya berasal dari dirinya sendiri. Tetapi juga datang dari berbagai pihak yang mendukungnya.
"Ya semua ikut berjuanglah. Tapi secara terbuka, saya melaporkan jumlah harta yang harus di lego untuk membiayai kampanye," jelasnya lebih lanjut yang dikutip ayojakarta.com.
Selanjutnya Sandi mengungkap bahwa dinamika politik ini akan terus berlanjut dengan membangun chemistry. Hubungan tersebut nantinya akan menjadi pelabuhan dirinya ketika bergabung dengan partai politik yang diinginkannya.
Sandi juga menegaskan bahwa ia tidak ingin adanya polarisasi politik atau terpecah belah nya dalam pilpres 2024 .
Baca Juga: Sudah Daftar Belum? Kartu Prakerja Gelombang 52 Segera Dibuka, Begini Cara Daftarnya
Sebagai informasi tambahan, Sandi merupakan menteri paling kaya dalam Kabinet Indonesia Maju. Pada tahun 2022, ia tercatat memiliki harta mencapai Rp 10,6 triliun.
Ia kerap kali dianggap menjadi salah satu figur yang cocok dan digadang-gadang untuk menjadi cawapres Ganjar Pranowo yang telah diusung PDI Perjuangan sebagai capres.
Pada minggu 23 April 2023, Sandi telah menyatakan mundur dari Partai Gerindra, tetapi ia belum mengumumkan ke parpol mana akan berlabuh kemudian harinya.
Oleh karena itu, banyak pihak yang menduga Sandi bakal menjadi kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebab, keduanya terus menunjukan kedekatan sejak peringatan harlah ke-50 PPP. ***