News

Sosoknya Dianggap Bersih oleh Masyarakat hingga Masuk Bursa Cawapres, Mahfud MD: Saya Berhati-hati!

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Rabu 03 Mei 2023, 11:19 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM - Nama Mohammad Mahfud MD yang saat ini menjabat sebagai Menko Polhukam sedang ramai diperbincangkan publik.

Tak hanya soal sepak terjangnya dalam membongkar dugaan transaksi janggal senilai Rp 349 triliun, namun beberapa kasus yang mangkrak akhirnya bisa terselesaikan berkatnya.

Ia pun belakangan ramai diperbincangkan masuk dalam bursa bakal Calon Wakil Presiden 2024.

Publik menilai sosoknya dikenal bersih tanpa adanya isu miring yang kerap menjerat pejabat lain seperti kasus korupsi.

Baca Juga: Kupas Tuntas, Mahfud MD Masuk Bursa Cawapres hingga Dijodohkan dengan Prabowo, Ini Tanggapannya!

Dalam sebuah video yang diunggah Instagram @kepoin_trending pada Rabu (3/5/2023) menunjukkan wawancara Mahfud MD bersama presenter Alvin Adam.

Mahfud MD berujar tidak berani mengklaim dirinya bersih, namun ia mengatakan berusaha untuk itu.

"Kalau disebut Mahfud MD orang bersih itu gimana ya rasanya?" tanya Alvin Adam.

"Saya tidak berani mengklaim diri saya bersih, tapi bahwa saya berusaha untuk bersih. Berusaha itu sudah cukup, bersih betul itu biar masyarakat menilai Tuhan yang menentukan. Kalau berusaha betul, hati-hati, ia saya lakukan itu," ucap Mahfud MD.

Baca Juga: Mahfud MD Buka Suara Terkait isu Cawapres Setelah Pertemuannya Dengan Prabowo

Alvin Adam lalu kembali bertanya soal alasan Mahfud MD memilih hukum sebagai jurusannya.

Mahfud MD mengatakan bahwa ia merasa kagum dengan banyaknya ahli hukum yang pintar, namun ia tak menampik bahwa di akhir kuliah hukumnya ia merasa kecewa.

Pasalnya ia melihat ketidakadilan dengan hukum yang berlaku di masyarakat, selain itu ia juga berpendapat bahwa hukum kalah dengan politik.

Baca Juga: Soal Kelanjutan RUU Perampasan Aset, Mahfud MD Sebut Presiden Butuh Waktu untuk Lakukan Ini

Oleh sebab itu pada jenjang pendidikan S2 nya Mahfud MD mengambil jurusan ilmu politik.

"Yang bikin professor milih hukum apa?" tanya Alvin Adam.

"Jadi saya ketika SMA itu kagum pada guru-guru saya yang jaksa, hakim, pengacara. Itu pinter-pinter menerangkan hukum. Jadi penting ini hukum makanya saya masuk Fakultas Hukum," ucap Mahfud MD.

Baca Juga: Tanggapan Mahfud MD Usai Ramai Disebut Masuk Dalam Bursa Cawapres 2024: Saya Bilang...

"Tapi sesudah saya masuk Fakultas Hukum saya marah kepada hukum, hukum ini bohong saya bilang, saya belajar hukum lima tahun, pasalnya begini pasalnya begini tapi kok tidak adil masyarakat ini," lanjutnya.

"Jadi ketika saya sebagai dosen disuruh ngambil pascasarjana, karena kan syaratnya dosen harus S2 S3 saya nggak mau ambil hukum, hukum tuh bohong, saya mau tahu kenapa hukum itu kalah dengan politik, makanya saya masuk ilmu politik, S2 nya ilmu politik," lanjutnya lagi.

Di situlah ia menemukan fakta bahwa hukum dibuat oleh politik dan energi politik jauh lebih besar dari energi hukum, sehingga pada jenjang S3 ia kembali mengambil ilmu hukum dan akhirnya mempertemukan dua ilmu ini yaitu ilmu politik hukum.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Fathul Amanah