AYOJAKARTA.COM – Yamitema Laoly anak Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly tengah menjadi sorotan publik belakangan ini.
Ia disebut sebagai sosok anak menteri yang terlibat dalam bisnis di dalam penjara atau lapas.
Dugaan ini mencuat usai podcast dari aktor Tio Pakusadewo yang menyebut adanya bisnis serta monopoli di dalam penjara yang melibatkan anak menteri melalui potongan video yang telah diedit.
Baca Juga: Achmad Sujudi, Mantan Menkes Era Gus Dur dan Megawati Meninggal Dunia 2 Mei 2023
Hal tersebut disampaikan oleh pengguna Twitter @PartaiSocmed yang telah diunggah ulang Instagram @undercover.id.
Dalam postingan Instagram tersebut, potongan video podcast Uya Kuya yang mengundang bintang tamu aktor Tio Pakusadewo terkait dengan monopoli bisnis di Lapas.
“Yang menggagas itu bekas napi, terus dia menggaet anak menteri,” ujar Tio Pakusadewo dikutip AyoJakarta.com melalui Instagram @undercover.id, Selasa (2/5/2023).
“Siapa menterinya, Om?” tanya Uya Kuya.
“Ntar kalo gua sebut, gue repot lu repot,” jawab Tio Pakusadewo.
Melalui cuitan @PartaiSocmed di Twitter, akun tersebut mengklaim bahwa Yamitema Laoly yang merupakan anak dari Yasonna Laoly.
Yang memonopoli bisnis di koperasi dan kantin di beberapa Lapas besar.
Baca Juga: Tanggal 6 Mei Memperingati Hari Apa 2023? Ternyata Bukan Waisak 2567 BE
“Yg dimaksud Tio Pakusadewo pada bagian akhir video ini adalah Jeera Foundation dgn perusahaan PT Natur Palas Indonesia yg memonopoli bisnis koperasi dan kantin di beberapa Lapas besar dimana anak Yasonna Laoly jadi Chairman dan Co Founder,” cuit @PartaiSocmed.
Bahkan akun tersebut mengungkapkan bahwa ada air mineral dengan merek Jeera yang ada di Rutan dan tidak boleh ada brand lain kecuali merek tersebut.
“Rutan water label kuning yg dimaksud Om Tio itu seperti ini penampakannya. Merek Jeera. Tidak boleh ada brand lain kecuali air ini di lokasi lapas/rutan foundation itu berkuasa,” cuit @PartaiSocmed kembali.
Perlu diketahui bahwa Jeera Foundation sudah berdiri sejak 23 Juni 2016 lalu. Jera Foundation bukan hanya memproduksi kopi.
Baca Juga: Samsung Flagship Turun Harga! Ini 3 Rekomendasi Android Terbaik di Tahun 2023 di Seri Galaxy S
Akan tetapi dalam hal multimedia seperti pelatihan fotografi, musik, kerajinan kulit seperti pembuatan tas kolaborasi dengan tenun, aksesoris, lukisan, gelang, desain baju yang nantinya dipasarkan pada masyarakat.
Unggahan tersebut menimbulkan banyak komentar dari publik, banyak yang menguliti partai asal dari Menkumham.
“Bangkai nya partai @pdiperjuangan pelan2 terendus juga, yuk netijen bisa yuk, bongkar semua,” tulis akun @aty_mam*** dalam kolom komentar.
“Ya… namanya juga banteng @yasonna.laoly,” tulis akun @mr_cu***.
“Selama rezim ini berkuasa hal-hal sprit ini bukan hal yg aneh, makanya harus segera berakhir dan dirubah oleh yg lebih baik, ingat jangan pilih dari partai moncong putih,” tulis @opik_mo***.
“Dari redbullshits lagi, emang cocok diblacklist semua jebolannya kalau udah mimpin pasti untungin timsukses (bagi” jabatan) dan kroco2nya,” tulis @mr_05***.
Ada juga yang meminta agar kasus tersebut segera diselesaikan oleh Menko Polhukam, Mahfud MD.
“Selesaikan pak @mohmahfudmd,” tulis akun @seppqrstu***
“@mohmahfudmd semoga bisa dilacak dan bisa di ajak ppatk,” tulis akkun ronny.rahman***.