News

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2023 akan Lebih Kering dari 3 Tahun Terakhir, Lakukan Antisipasi dari Sekarang

Oleh: Isnan Rifai Minggu 30 Apr 2023, 17:36 WIB
Illustrasi. Kemarau

AYOJAKARTA.COM - Masalah kekeringan saat musim kemarau bukanlah hal baru untuk beberapa daerah di Indonesia.

Dampak yang ditimbulkan saat musim kemarau juga beragam di setiap daerah, dari yang sumber air masih tetap tersedia sampai susahnya mencari sumber mata air.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengajak masyarakat untuk melakukan panen air hujan sebagai antisipasi musim kemarau.

Baca Juga: HEBOH! Nikita Mirzani Nangis Heboh Ngaku Ditinggal Antonio Dedola, Warganet: Pantes Lakinya Pada Pergi

BMKG memprediksi musim kemarau di tahun 2023 akan lebih kering dibandingkan tiga tahun terakhir.

Dikutip Ayojakarta.com dari laman bmkg.go.id pada Minggu (30/4/2023), berikut himbauan Kepala BMKG terkait musim kemarau mendatang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ikut menghadiri acara Kick-off 10th World Water Forum (WWF).

Usai acara tersebut, Dwikorita memberikan himbauan kepada masyarakat mengenai musim kemarau tahun ini.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan aksi panen air ketika turun hujan," ungkap Dwikorita.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Malam Ini! Rekayasa Lalu Lintas One Way Diperpanjang, Jalur Arteri Cirebon Ramai Lancar

"Pada saat kemarau datang, air tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau," tambahnya.

Dwikorita menjelaskan dalam waktu beberapa bulan kedepan, curah hujan dengan kategori intensitas rendah diprediksi dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Beberapa sektor perlu melakukan antisipasi untuk meminimalkan potensi dampak kekeringan sebagai konsekuensi kondisi curah hujan yang rendah.

Baca Juga: Mohon Maaf! 6 Peserta Dengan Kriteria Ini Tidak Bisa Daftar CPNS 2023, Intip Ada Apa Saja

"Kondisi cuaca yang kering ini berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah pencegahan harus dilakukan semua pihak terkait sebagai bentuk mitigasi dan antisipasi," jelas Dwikorita.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Dodo Gunawan menerangkan, pemantauan terbaru suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menunjukkan bahwa saat ini intensitas La Nina terus melemah dengan indeks pada awal Februari 2023 sebesar -0,61.

Kondisi La Nina ini diprediksi akan terus melemah dan beralih menuju kondisi netral pada Februari-Maret 2023.

Baca Juga: Teka-teki Cawapres Prabowo Akan Segera Diumumkan? Sebut Sosok Ini: Bisa Jadi...

Kondisi ENSO Netral diprediksi akan terus bertahan hingga pertengahan tahun 2023.

Dodo Gunawan menyebutkan, kondisi ini menyebabkan musim kemarau tahun 2023 diprediksi akan lebih kering dibandingkan tiga tahun terakhir.***

Reporter Isnan Rifai
Editor Jinan Vania Barizky