News

6 Mei 2023 Ada Perayaan Apa? Ternyata Ini Tujuan Hari Raya Waisak Bagi Umat Buddha

Oleh: Nisrina Harum Lestari Minggu 30 Apr 2023, 15:41 WIB
Illustrasi. Patung Buddha

AYOJAKARTA.COM – Ramai beredar soal hari libur atau tanggal merah pada 6 Mei 2023 yang disebut sebagai Hari Raya Waisak. 

Namun Faktanya Hari Raya Waisak di tahun 2023 ini jatuh pada 4 Juni 2023. 

Hal ini sesuai dengan pernyataan Dirjen Bimas Buddha Supriyadi yang menyebutkan bahwa perayaan Hari Waisak 2567 Buddhist Era (BE) jatuh pada 4 Juni 2023

Lantas seperti apakah Hari Raya Waisak sendiri?

Sebagaimana diketahui, salah satu hari raya umat Buddha adalah Trisuci Waisak.

Baca Juga: Bengkel Hen's Motor Sports di Jawa Barat Dapat Rating Jelek, Netizen: Mahal, Malah Nambah Parah!

Lalu, apa tujuan perayaan Hari Raya Waisak bagi umat Buddha?

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KarunaTV pada Minggu (30/4/2023), Waisak berasal dari kata Pali yakni Vesakha, dalam bahasa sansekerta disebut dengan Vaisakha.

Nama Vesakha diambil dari bulan dalam kalender Buddhis yang biasanya jatuh pada bulan Mei di kalender Masehi, meskipun kadang Hari Raya Waisak jatuh antara akhir April atau pada awal Juni.

Kalangan umat Buddha biasanya menyebut dengan nama Hari Raya Trisuci Waisak, karena pada hari tersebut terjadi tiga peristiwa penting yakni kelahiran Pangeran Sidharta Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama, dan juga mangkatnya Buddha Gautama.

Baca Juga: Benarkah Honorer Akan Diangkat ASN PPPK Tanpa Tes Sebelum 20 November 2023? FAGAR Garut: Bisa Jadi ASN KW!

Tiga peristiwa tersebut meliputi kelahiran, peperangan, dan kematian, terjadi di hari yang sama ketika bulan purnama di bulan Waisak.

Saat Hari Raya Waisak, umat Buddha biasanya merayakannya dengan pergi ke vihara dan melakukan ritual puja bakti untuk mengingat kembali ajaran sang Buddha, mencontoh perilaku sang Buddha dan melaksanakan ajaran agama Buddha.

Bagi umat Buddha, ini berarti menaati peraturan moral seperti menghindari pembunuhan makhluk hidup, mencuri, asusila, berbohong, hingga mabuk-mabukan.

Selain itu, umat Buddha biasanya mengembangkan cinta kasih dengan membantu orang yang membutuhkan, melepas hewan seperti burung sebagai simbol cinta kasih terhadap lingkungan.

Baca Juga: Daftar 9 Link Twibbon Peringati Hari Buruh 1 Mei 2023! Dijamin Gratis, Praktis, Juga Estetis

Tidak hanya itu saja, umat Buddha juga merenungkan segala perbuatan yang sebelumnya mereka lakukan dengan harapan di masa depan tidak akan mengulangi hal-hal buruk yang merugikan.

Hari Raya Waisak bisa memberikan contoh baik kepada setiap orang, salah satu yang bisa diteladani adalah pengembangan cinta kasih kepada setiap makhluk hidup di bumi berupa membantu mereka yang membutuhkan, mendonorkan darah, menjaga lingkungan sekitar dengan hidup sederhana atau perbuatan baik lainnya.

Satu harapan besar dari Hari Raya Waisak adalah setiap manusia diharapkan dapat merenungi segala perbuatannya dan setiap saat selalu hidup dengan cinta kasih.

Baca Juga: Hati-hati Puncak Arus Balik Hari Ini! 43.000 Pemudik Datang di Stasiun Pasar Senen

Hal ini sebagaimana yang dituang dalam Dhammapada, ‘kebencian tidak akan selesai jika dibalas dengan kebencian, tetapi hanya dengan memaafkan dan cinta kasihlah maka kebencian akan lenyap’.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Jinan Vania Barizky