AYOJAKARTA.COM - PDIP resmi usung Ganjar Pranowo jadi bakal capres di Pilpres 2024 melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Selain didukung oleh PDIP, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi juga maju mengusung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Resmi diusung jadi bakal capres RI 2024-2029, Ganjar Pranowo diisukan akan dipasangkan dengan Sandiaga Uno.
Menyoroti perihal itu, Pengamat Politik Rocky Gerung mempertanyakan ideologi PDIP, apakah partai tersebut masih Soekarnois atau tidak.
"Jadi dari segi ideologi, kalau kita mau bicara jujur, ya PDIP bukan lagi Soekarnois. Walaupun tetap dianggap bahwa itu pilihan PDIP, tapi kenapa Mega (Megawati Soekarnoputri) memilih Sandi." ujar Rocky, seperti dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis (27/4/202
Rocky Gerung mengaku bingung tatkala melihat Sandi mendadak diisukan akan dipasangkan dengan Ganjar sebagai Cawapres di Pilpres 2024.
Melihat dari segi ideologi, Rocky tentu bilang tidak. Menurutnya, Sandi itu bukan berasal dari Marhaen, juga bukan dari "wong cilik".
"Jadi poin itu yang membuat kita bertanya-tanya, apa yang sebetulnya terjadi pada Sandi gitu," kata Rocky.
Untuk diketahui, Sandiaga Uno saat ini telah berstatus sebagai kader dari partai PPP, setelah resmi keluar dari partai Gerindra.
Kendati demikian, Rocky menilai Sandi tidak mungkin mewakili sebagai Muslim.
"Sandi itu menambahkan apa pada Ganjar, menambahkan Muslim, pasti tidak itu. Massa PPP tetap ke Anies, walaupun Sandi yang dicalonkan PPP massanya PPP akan ke Anies. Tidak mungkin massa PPP pergi ke Sandi," kelas Rocky.
Oleh karena itu, Rocky pun memiliki kesimpulan bahwa Sandy yang digadang menjadi pendamping Ganjar Pranowo lantaran persoalan uang. Bukan karena sebuah Ideologi.
"Satu-satu poinnya adalah uang. itu Intinya," papar Rocky.***