AYOJAKARTA.COM - Cuaca panas ekstrem beberapa waktu lalu hingga saat ini masih melanda Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) merilis bahwa beberapa hari terakhir ini Indonesia mengalami peningkatan suhu panas.
Meskipun di sejumlah negara tengah mengalami gelombang panas ekstrem, namun BMKG mengklaim bahwa suhu panas di Indonesia bukan karena gelombang panas.
Meski demikian, BMKG tetap memperingatkan bahwa ada paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari yang masuk dalam kategori berbahaya.
Bahkan dalam unggahan BMKG di Instagram merilis pada hari ini Rabu 26 April 2023, perkiraan indeks sinar UV terlihat tinggi bahkan cenderung sangat tinggi dan ekstrem berbahaya di siang hari.
Secara umum indeks UV berada pada kategori low di pagi hari ini dan akan mencapai puncaknya di kategori high dan very high sampai dengan ekstrem.
Yaitu ketika intensitas radiasi matahari paling tinggi pada siang hari pada pukul 12.00 hingga 15.00 waktu setempat, kemudian akan bergerak turun ke kategori low di sore hari seperti pagi hari.
Perlu diketahui bahwa paparan radiasi sinar ultraviolet berkaitan dengan kesehatan manusia, semakin tinggi paparan sinar ultraviolet maka akan semakin berbahaya.
Dalam indeks UV dikategorikan dengan berbagai warna dimulai dari warna hijau dengan risiko bahaya rendah, merah dengan risiko bahaya tinggi dan ungu dengan risiko bahaya sangat ekstrem.
Baca Juga: Bukan Heat Wave yang Sebabkan Cuaca Indonesia Panas Akhir-akhir ini, Melainkan Karena…
Dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube METRO TV Rabu (26/4/2023), beberapa kategori indeks UV yang berdasarkan data BMKG.
1. Warna Hijau UV indeks 0-2
- Kategori paparan sinar UV ini beresiko bahaya rendah
- Imbauan: Kenakan kacamata hitam pada hari yang cerah, kenakan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ bagi kulit sensitif
- Permukaan yang cerah seperti air, pasir, salju akan meningkatkan paparan UV
2. Warna Kuning UV indeks 3-5
- Resiko bahaya sedang
- Imbauan: tetap di tempat teduh pada saat matahari terik di siang hari
- Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan
- Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam
Baca Juga: AWAS! Cuaca Panas Terasa Menyengat di Indonesia, BMKG: Lonjakan Panas Terparah 2023
3. Warna Orange atau Jingga UV indeks 6-7
- Resiko bahaya tinggi
- Imbauan: perlu pelindung untuk menghindari kerusakan mata dan kulit
- Kurangi paparan matahari antara pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore
- Tetap berada di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari
- Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan
- Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam
Baca Juga: Masyarakat Indonesia Keluhkan Cuaca Panas yang Luar Biasa, BMKG Beri Penjelasan: Ada 5 Penyebab!
4. Warna Merah UV indeks 8-10
- Resiko bahaya sangat tinggi
- Imbauan: diperlukan tindakan pencegahan ekstra karena kulit dan mata dapat rusak dan terbakar dengan cepat
- Hindari paparan matahari antara pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore
- Tetap berada di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari
- Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan
- Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam
5. Warna Ungu UV indeks >11
- Resiko bahaya sangat ekstrem
- Imbauan: kulit dan mata dapat rusak dan terbakar dalam hitungan menit
- Hindari paparan matahari antara pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore
- Tetap berada di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari
- Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan
- Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam
Demikian beberapa informasi seputar cuaca panas dan indeks sinar UV di Indonesia, semoga bermanfaat.***