AYOJAKARTA.COM – Indonesia sebentar lagi akan menggelar pesta demokrasi pemilihan presiden atau pilpres 2024.
Kandidat calon presiden yang sudah mendeklarasikan diri baru mantan gubernur DKI Jakarta yakni Anies Baswedan.
Untuk kandidat bakal calon presiden dari partai lainnya hingga kini belum ada yang mendeklarasikan pencalonannya.
Baca Juga: Tips Mudik Aman dan Nyaman Bersama Bayi, Ayah Bunda Wajib Perhatikan 5 Hal Berikut Ini
Langkah Anies Baswedan untuk maju sebagai kandidat capres di Pilpres 2024 pun makin banyak disorot.
Tak hanya itu, Anies Baswedan juga mendapat saran dari berbagai pihak soal pencalonan dirinya pada Pilpres 2024.
Salah satunya, Anies Baswedan mendapat saran dari Guntur Soekarnoputra yang merupakan salah satu tokoh senior.
Dari Guntur Soekarnoputra, Anies Baswedan disarankan untuk menghindari dukungan politik dari Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Nasib 2,3 Juta Honorer Segera Diputuskan? Junimart Girsang Pastikan akan Dapat Hak Ini
Bahkan ketua dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan partai jebolan Anies juga menuturkan jika pemilu di Indonesia sendiri mutlak ditentukan oleh WNI.
Ahmad Syaikhu selaku Presiden PKS juga mengatakan jika pihaknya berkonsentrasi untuk mencari dukungan terhadap Anies ke seluruh publik.
“Kita memang di koalisi, termasuk untuk capres,” ujar Ahmad Syaikhu dilansir dari Republika.co.id pada Jumat (14/4/23).
“Kita konsentrasi untuk mencari dukungan ke seluruh publik,” ujarnya.
Selanjutnya Ahmad Syaikhu juga menegaskan jika semua mesin yang terdapat di PKS fokus untuk mendulang suara publik mulai dari partai koalisi ataupun relawan.
Maka dari itu soal konstelasi politik internasional kemungkinan baru akan dibahas belakangan.
Entah itu saat masa kampanye atau pemilu sudah selesai, bisa juga setelah Anies berhasil menduduki kursi Presiden RI.
“Ya mungkin lebih ke pasca kemenangan yang akan sangat berpengaruh,” tutur Ahmad Syaikhu.***