News

Jelang Lebaran, Varian Baru Covid-19 Arcturus Masuk ke Indonesia, Presiden Jokowi: Memang Ada Kenaikan, tapi…

Oleh: Linda Wati Sabtu 15 Apr 2023, 11:49 WIB
Covid

AYOJAKARTA.COM - Menjelang lebaran, terdengar kabar bahwa varian baru Covid-19 Arcturus masuk ke Indonesia.

Buat yang belum tahu, Covid-19 varian Arcturus merupakan turunan dari varian Omicron.

Covid-19 sub varian Arcturus diduga menjadi penyebab kenaikan angka Covid 19 di India dengan lebih dari lima ribu kasus per hari.

Baca Juga: WASPADA! Kasus Covid- 19 Menjelang Lebaran Mengalami Kenaikan 1000 Kasus Per Hari

Sementara itu untuk varian Acrturus ini terdeteksi masuk ke Indonesia pada akhir Maret 2023. 

Dikutip dari YouTube Kompastv pada Sabtu, 15 April 2023, gejala sub varian ini pun hampir sama dengan varian yang sebelum-sebelumnya, yakni pasien mengalami pilek, dan nyeri otot.

Namun berdasarkan laporan Sub Varian Acturus di negara lain memiliki gejala, demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri otot, dan sakit tenggorokan saat menelan.

Baca Juga: Bongkar Soal Transaksi Janggal, Sri Mulyani Ungkap 1 Surat PPATK Bernilai Rp 189 Triliun saat Covid

Kenaikan angka Covid-19 yang masuk ke Indonesia juga telah dikonfirmasi langsung oleh Presiden Jokowi.

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Metrotv, Presiden Jokowi menghimbau agar masyarakat melakukan booster bagi yang belum booster.

“Yang paling penting itu satu, vaksinasi itu penting, booster itu penting jadi yang belum booster segera,” kata Jokowi.

Baca Juga: Film Dokumenter UNDOCUMENTED : Nasib Pekerja Migran selama Pandemi Covid-19

Presiden Jokowi menyebut bahwa berdasarkan survei, masyarakat Indonesia saat ini memiliki imunitas yang cukup tinggi.

“yang kedua dari survei yang kita miliki imunitas kita sudah mencapai 98,5 persen, artinya tinggi sekali tetapi juga hati-hati yang belum vaksin apalagi yang belum booster segera minta divaksin agar semuanya lingkungan kita terjaga dari Covid,” ujarnya.

Kenaikan angka Covid juga dibenarkan, namun Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa angka kenaikan di Indonesia masih di bawah standar WHO.

Baca Juga: Heboh! Pandemi Virus Covid-19 Sudah Diprediksi Sejak Tahun 1956, Benarkah?

Angka kenaikan Covid 19 saat ini dikatakan masih bisa terkelola dan terkendali.

“Memang ada kenaikan tetapi kita masih jauh di bawah standarnya WHO, standarnya WHO kurang lebih delapan ribu kita berada di angka enam ratus sampai sembilan ratus saya kita kita masih terkelola, terkendali dengan baik,” kata Presiden Jokowi.***

Reporter Linda Wati
Editor Desi Kris