News

Sempat Tuduh Bharada E Psikopat, Ternyata Ini Alasan Martin Simanjuntak Akhirnya Bela Richard Eliezer

Oleh: Linda Wati Jumat 14 Apr 2023, 14:31 WIB
Martin Simanjuntak di YouTube Zulfan Lindan

AYOJAKARTA.COM - Richard Eliezer alias Bharada E masih terus menjadi perbincangan publik.

Seperti diketahui, ia merupakan terpidana kasus pembunuhan Brigadir J.

Kendati demikian, Kuasa Hukum Brigadir J Martin Simanjuntak akhirnya memilih membela Richard Eliezer.

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Metrotv pada Jumat 14 April 2023, Martin Simanjuntak mengaku diserang oleh warganet.

Baca Juga: Pakar Sebut Kuasa Hukum yang Bandingkan Vonis Ferdy Sambo dan Bharada E Jauh Beda Bak Kaset Butut, Kok Bisa?

Kuasa Hukum Brigadir J ini mengaku mendapat banyak makian karena membela Bharada E.

Sebelum membela Richard Eliezer, Martin Simanjuntak mengaku menuduhnya sebagai psikopat.

Namun pada akhirnya ia memilih untuk ikut membela karena ia membutuhkan Richard Eliezer dalam membela Brigadir Yosua.

“Nggak, sebelum orang-orang membela Richard saya yang nuduh Richard sebagai psikopat. Kenapa saya membela Richard karena saya butuh Richard untuk membela Yosua,” kata Martin Simanjuntak.

Baca Juga: Bandingkan Hukumannya dengan Bharada E, Kubu Ferdy Sambo Disentil Pakar Hukum Pidana: Seperti Anak Kecil

Menurutnya dibanding para pelaku lain hanya Bharada E yang mau membela Yosua dan berkata jujur.

“Coba baca 184 KUHAP, apa itu alat bukti, saksi. Saksi faktanya siapa? hanya Richard yang mau buka suara terus saya mau bela siapa supaya Richard mau buka suara,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya Bharada E tidak memiliki kepentingan dalam membunuh Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca Juga: Ferdy Sambo Bandingkan Hukumannya dengan Bharada E, Asep Iwan: Kaya Kaset Butut!

Sehingga ada atau tidaknya Bharada E, pembunuhan tersebut bisa saja terjadi dengan pelaku lain.

Selain itu, Richard Eliezer juga ingin membelikan sepeda untuk ayahnya karena yang lama sudah tidak layak pakai.

“Kalau dibandingkan dengan Richard, Richard itu saya pernah membuat satu analogi. Tidak ada Richard perbuatan ini masih akan terjadi, kalau tidak ada Putri tidak ada Ferdy Sambo fix ini nggak akan terjadi,” ujarnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah