News

Pertama Kali Terjadi! Kecemburuan Pengacara Ferdy Sambo Dalam Memori Banding Soal Vonis Richard Eliezer

Oleh: Awit Wiarni Kamis 13 Apr 2023, 15:38 WIB
Ferdy Sambo di Persidangan Kasus Brigadir J

AYOJAKARTA.COM – Upaya Pengacara Ferdy Sambo untuk memperingan hukuman kliennya telah kandas dengan penolakan banding yang diajukan.

Menariknya di dalam memori banding yang disampaikan oleh Pengacara Ferdy Sambo, ada kecemburuan mengenai vonis Richard Eliezer yang jauh lebih ringan dengan vonis Sambo.

Pasalnya peran Richard Eliezer dalam kasus pembunuhan Brigadir J alias Yosua cukup krusial dengan menjadi eksekutor yang menembak Yosua.

Baca Juga: Sia-sia! Kuat Maruf Tetap Dipenjara 15 Tahun, Upaya Banding Ditolak Seperti Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (13/4/2023), Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan berpendapat bahwa salah satu poin memori banding mengenai kecemburuan vonis baru kali ini ia temukan.

“Saya baru kali ini mendengar seorang pengacara membandingkan satu perkara dengan perkara yang lain. Kalau bicara perkara ya bicara perkara yang dihadapinya, nggak bisa kok yang sana dihukum gini, harus begini,” ujar Asep Iwan.

Menurut Asep, seharusnya Pengacara Ferdy Sambo cukup fokus saja pada vonis yang didapatkan kliennya dengan mencari tahu kenapa bisa mendapatkan hukuman maksimal dan melakukan upaya hukum untuk meringankannya bukan justru membandingkan dengan terdakwa lain.

Baca Juga: Ketagihan! TikToker Awbimax yang Viral Kembali Kuliti Bobroknya Lampung Dalam Part 2

Disamping itu, menurut Kuasa Hukum keluarga Yosua, Martin Simanjuntak menganggap bahwa pihak Ferdy Sambo masih belum memahami kesalahan yang telah dibuat oleh Sambo.

Martin menjelaskan bahwa Ferdy Sambo adalah otak dibalik terbunuhnya Yosua, sedangkan Richard Eliezer hanyalah pihak yang menerima perintah dari atasannya saja.

Maka jika tidak ada Richard Eliezer, pembunuhan Yosua akan tetap terjadi karena Ferdy Sambo bisa memberikan perintah penembakan kepada orang lain atau dilakukan sendiri.

Sedangkan jika tidak ada Ferdy Sambo maka tidak ada pihak yang berniat jahat ingin menghilangkan nyawa Yosua.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Hunian untuk Milenial dengan Harga Terjangkau! di Mana? Selengkapnya

“Mereka masih belum memahami di mana kesalahan mereka. Yang pertama, kalau dibandingkan dengan Richard, Richard itu saya pernah buat satu analogi. Kalau tidak ada Richard, perbuatan ini masih tetap terjadi,” ungkap Martin Simanjuntak.

“Tapi kalau tidak ada Putri, tidak ada Ferdy Sambo, fix ini nggak akan terjadi,” lanjutnya.

Disamping itu Ferdy Sambo juga melakukan upaya perintangan penyidikan dan membuat Richard Eliezer sebagai kambing hitam.

Baca Juga: Mari Amalkan! Buya Yahya Ungkap Amalan Rasulullah di Akhir Ramadan

Namun segala upaya lari dari hukum yang dilakukan oleh Ferdy Sambo telah runtuh oleh hukum dan logika.

Dengan banyaknya fakta-fakta yang didapatkan dalam persidangan maka sulit sekali untuk membantah bahwa Ferdy Sambo telah melakukan pembunuhan secara berencana.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Jinan Vania Barizky