AYOJAKARTA.COM - Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah dan kemuliaan, ada beberapa peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini.
Selain Nuzulul Qur'an, ada peristiwa penuh kemuliaan pada 10 hari akhir bulan Ramadan, yakni malam Lailatul Qadar.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyampaikan amalan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: MASYAALLAH! Mbah Moen Bagikan 7 Tips Mendidik Anak dengan Baik, Simak Penjelasannya di Sini!
"Kalau Nabi sudah masuk 10 akhir bulan Ramadan, menyingsingkan lengan bajunya, maksudnya lebih giat lagi, kalau masalah giat, semangat, Nabi selalu semangat dalam ibadah," ungkap Buya Yahya.
"Akan tetapi terlihat volumenya dinaikkan lagi, lebih lagi disaat memasuki 10 hari akhir bulan Ramadan," lanjutnya.
Tidak hanya itu, Buya Yahya menyampaikan Nabi Muhammad SAW melakukan amalan pada 10 akhir bulan Ramadan tidak seorang diri, tapi mengajak istri-istrinya.
"Dan ternyata bukan beliau bangun sendiri, akan tetapi membangunkan keluarganya untuk sama-sama menghidupkan malam 10 akhir bulan Ramadan," jelas Buya Yahya.
Kemudian Buya Yahya menyampaikan hadits shahih tentang balasan bagi orang yang menghidupkan malam Ramadan (secara umum).
"Dalam hadits shahih, Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufirolahu ma taqoddama min dzanbihi, yang bisa menghidupkan malam Ramadan akan diampuni dosanya yang lalu, itu malam Ramadan secara umum," ungkap Buya Yahya.
Namun ada juga hadist yang meriwayatkan amalan Nabi Muhammad pada 10 malam akhir bulan Ramadan, berikut Buya Yahya menjelaskan.
"Disebutkan dalam hadits, bahwasanya Sayyidina Nabi SAW beri'tikaf (pada) 10 akhir Ramadan, kemudian beri'tikaf juga istri-istri," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya pun menyampaikan seperti yang dicontohkan Nabi dengan istri-istrinya, tersebut dapat dilakukan juga saat ini.
"Contoh itupun dihadirkan oleh keluarga Nabi SAW, maka para wanita pun diperkenankan i'tikaf, yang harus diperhatikan adalah kehormatan seorang wanita apakah tempat tersebut layak atau tidak," ujar Buya Yahya.
"Jika masjidnya sempit atau terlalu banyak laki-laki, maka lebih baik wanita untuk membangun malam di rumahnya masing-masing," lanjutnya.
Adapun maksud dari menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan Buya Yahya menjelaskan Nabi Muhammad SAW melakukan amalannya pada semua malam.
"Nabi itu 10 akhir dihidupkan semuanya, tapi kalau sudah ketemu (hari) ganjil volumenya naik lagi, nambah,"
"Nabi menyebutkan 10 akhir, bukan tanggal 21 saja, 23 saja, memang berbicara Lailatul Qodar ya di hari ganjil saja, tapi bisa saja di hari genap," ungkap Buya Yahya.
Akan tetapi waktu datangnya malam Lailatul Qadar Buya Yahya menuturkan kedatanganya disembunyikan oleh Allah SWT.
"Yang sudah pasti Lailatul Qadar itu disembunyikan oleh Allah demi kebaikan kita semuanya, kalau Lailatul Qadar dikasih tahu sama Allah, bingung," tutur Buya Yahya.
"Selagi disembunyikan ayo kita hadang saja, hadang setiap malam, kalau kita menghadangnya sehari kemungkinan ketemunya kecil 1:30, kalau setiap malam kita hadang, ya ketemu nanti," lanjutnya.
Lalu apa makna dari malam Lailatul Qadar itu, berikut penjelasan dari Buya Yahya.
"Apa, ada apa dengan Lailatul Qadar, dikatakan lebih dari 1000 bulan, kalau kebetulan kita beramal baik pasti tepat di hari itu, kita seperti beramal baik 1000 bulan," jelas Buya Yahya.**

Share this article
Buya Yahya menyampaikan amalan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW di 10 hari terakhir Ramadan yang bisa dilakukan