AYOJAKARTA.COM--Siklon tropis Herman diprediksi membuat sebagian wilayah di Sumatera dan Jawa dilanda hujan ringan hingga lebat.
Bibit siklon tropis 96S di Samudera Hindia selatan Jawa Barat telah menjadi Siklon Tropis Herman sejak Rabu, 29 Maret 2023.
Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin mencemaskan dampak yang ditimbulkan dari siklus tropis Herman ini.
“Sejak dari bayi vortex pada 23 Maret hingga menjadi raksasa siklon Herman, saya aktif mendampingi masyarakat agar mereka tahu fenomena badai ini, dan waspada dari waktu ke waktu akan dampak terburuk yang bisa terjadi,” cuit Erma Yulihastin dikutip ayojakarta.com melalui Twitter @EYulihastin, Jumat (31/3/2023).
Menurut peneliti BRIN ini dalam cuitan lainnya mengungkapkan bahwa sifat hujan yang ditimbulkan akibat siklon Herman ini sangat sporadis.
Baca Juga: Belum Tenang Sesar Cugenang, 534 Kali Gempa Susulan Cianjur Masih Terus Membayangi
Yang mana tiba-tiba hujan deras disertai angin yang kencang namun tiba-tiba berhenti dan tak lama hujan kembali.
Erma Yulihastin menyatakan bahwa wilayah Sumatera menjadi wilayah permulaan bagi pusaran yang pertama dan berlanjut menuju Jawa bagian barat.
Arah pergerakan dari siklus ini menuju ke arah timur sehingga kemungkinan menyebabkan hujan dari barat akan menjalar menuju ke timur.
Hujan ini bisa disertai dengan angin permukaan yang kuat sehingga bisa menyebabkan kerusakan.
Melihat pantauan prediksi arah pergerakan siklon tropis Herman yang dikeluarkan oleh lembaga dunia pemantau badai tropis JTWC, siklon akan menuju ke arah timur baru kemudian bergeser ke selatan.
“Update Herman: asih eksis walau makin menjauh ke selatan. Siklon Herman menciptakan klaster-klaster awan yg kini massif terbentuk di atas laut Jawa (kotak merah) dan di laut selatan Jabar Jatim (bulat merah),” cuit Erma Yulihastin.
"Namun masih relatif berada ada lokasi yang sama hingga 3 April mendatang," imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa siklon tropis makin intensif tumbuh dekat wilayah Indonesia dikarenakan efek perubahan iklim, suhu laut menghangat.
Sehingga menjadi lahan subur bagi tumbuhnya bibit-bibit siklon, perubahan iklim ini tidak lain karena ulah manusia.
Adapun wilayah yang terdampak hujan deras yakni wilayah Bangka dan sekitarnya. Wilayah terdampak berikutnya setelah Bangka menurut peneliti BRIN ini adalah Kalimantan.
“Wilayah terdampak berikutnya setelah Bangka adalah Kalimantan. Klaster awan di Laut Jawa akan ditransfer masuk ke Kalimantan oleh penguatan angina baratan di Laut Jawa,” cuit Erma Yulihastin.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat Kalimantan Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan serta bagi yang berlayar di atas Laut Jawa untuk tetap waspada.***