News

Kapan Libur Nyepi? Ternyata Ini Tanggalnya Plus 8 Fakta Menarik Perayaan Nyepi di Bali

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Selasa 21 Mar 2023, 18:52 WIB
_Kapan Libur Nyepi? Ternyata Ini 8 Fakta Perayaan Nyepi

AYOJAKARTA.COM - Tahun 2023 ini, pemerintah telah sepakat menetapkan hari libur dan cuti bersama sebanyak 24 hari, salah satunya yakni Hari Raya Nyepi.

Penetapan hari libur nasional Nyepi disampaikan pemerintah yakni jatuh pada tanggal 22 Maret 2023.

Perayaan Nyepi ini yakni hari suci umat Hindu yang diperingati setiap tahun baru Saka.

Baca Juga: Gawat! Hanya 4 Golongan Ini yang Boleh Menerima Bansos Ramadan 2023 Berupa Beras, Telur, dan Ayam, Siapa Saja?

Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube INFO DEWATA, berikut fakta-fakta perayaan Nyepi yang diperingati oleh umat Hindu di Bali.

1. Peringatan Hari Raya Nyepi hanya ada di Indonesia

Perayaan Nyepi adalah salah satu hari besar umat Hindu pada tahun baru Saka, dan tradisi ini hanya ada di Indonesia.

Pada hari raya Nyepi umat Hindu memaknai tahun baru Saka sebagai bahan intropeksi diri dan sebagai perayaan kebangkitan dan pembaruan.

2. Adanya 4 pantangan pada Hari Raya Nyepi

Ada 4 pantangan yang harus dipatuhi umat Hindu pada hari raya Nyepi, yang dikenal dengan nama Catur Brata.

Pertama yakni Amati Geni, larangan untuk menyalakan api atau lampu, yang menjadi simbol terkait sifat-sifat manusia seperti marah, iri hati serta pikiran yang tidak baik.

Kedua yaitu Amati Karya yang dimaksudkan adalah larangan untuk bekerja, tidak boleh melakukan aktivitas apapun.

Dengan maksud, untuk mengintropeksi diri atas segala kesalahan yang telah dilakukan selama ini.

Ketiga, Amati Lelungaan artinya larangan untuk bepergian, tidak boleh keluar rumah, atau melakukan perjalanan.

Dengan tujuan supaya alam semesta menjadi tenang tanpa adanya gangguan yang ditimbulkan oleh tangan-tangan manusia.

Selain itu menjadi bentuk ucapan terimakasih kepada alam, karena pada dasarnya manusia tidak akan bisa hidup tanpa alam.

Keempat Amati Lelanguan, yang artinya tidak boleh bersenang-senang pada hari Raya Nyepi, dengan tujuan memusatkan pikiran pada ide Sang Hyang Widhi.

3. Tidak ada layanan internet atau televisi

Khususnya di Bali, layanan internet akan dinonaktifkan selama perayaan Nyepi, dalam waktu 24 jam.

Terkecuali di beberapa tempat, seperti Rumah Sakit, BMKG, Basarnas, Pemadam Kebakaran, BPBD, Kantor Polisi dan Militer.

Tidak hanya jaringan internet, televisi dan radio pun dimatikan sementara selama perayaan Nyepi.

4. Jalanan kosong (sepi)

Dipastikan jalan akan kosong karena umat Hindu dilarang bepergian atau beraktivitas selama perayaan Nyepi.

Selain di jalan raya, penutupan pun dilakukan di terminal, stasiun kereta api, dan bandara untuk sementara waktu.

Akan tetapi kendaraan darurat seperti ambulans tetap bisa beroperasi, tetapi dilarang untuk menyalakan sirinenya.

5. Gemerlap bintang di langit pada malam hari Perayaan Nyepi

Tidak adanya aktivitas apapun selama hari Nyepi, maka pada malam harinya umat Hindu akan dapat menikmati keindahan langit penuh gemerlap bintang.

6. Menghemat energi

Pada perayaan Nyepi di Bali, terhitung dapat menghemat 60 persen dari hari biasanya atau sekitar Rp4 miliar atau 290 Mwh (Megawatt).

Untuk bahan bakar solar liter tercatat menghemat sebesar 500.000 liter atau sekitar 3 miliar, ini karena embangkit Listrik Tenaga Uap dan Gas (PLTGU) Pemaron dan embangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk dimatikan sementara waktu.

7. Adanya pagelaran budaya yang memukau

Beberapa pagelaran budaya ditunjukan baik pada hari Nyepi maupun sebelum dan sesudah hari Nyepi, salah satunya pembuatan patung ogoh-ogoh.

Patung dibuat dengan ukuran yang super besar, dua hari sebelum Nyepi umat Hindu melaksanakan upacara Melasti atau sembahyang di laut.

Satu hari sebelum perayaan Nyepi, ada pawai ogoh-ogoh, sehari setelahnya umat Hindu saling berciuman massal sebagai penguat rasa asah, dan asih.

8. Sumber inspirasi PBB

Terdapat banyak keuntungan dari perayaan Nyepi yang menjadi inspirasi PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) sehingga dikenal dengan Word Silent Day, dirayakan setiap tanggal 21 Maret.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Aulli R Atmam