News

Profil Sapardi Djoko Damono, Pujangga Sastra yang Muncul di Google Doodle Hari Ini

Oleh: Cita Aryani. M Senin 20 Mar 2023, 16:08 WIB
Google Doddle Menampilkan Seniman Asal Indonesia Yakni Sapardi Djoko Damono Sang Pujangga

AYOJAKARTA.COM – Google Doodle hari ini menampilkan gambar Sapardi Djoko Damono khusus di laman awal pencarian Google.

Di mana Sapardi Djoko Damono sedang memegang payung di tengah rintik hujan.

Kehadiran ilustrasi ini merupakan suatu bentuk penghargaan Google dalam merayakan ulang tahun ke-83 Sapardi Djoko Damono yang memiliki karya sastra luar bisa.

Lantas siapakah Sapardi Djoko Damono yang karyanya sangat disukai oleh seluruh sastrawan baik dalam negeri maupun mancanegara?

Baca Juga: Berulang Tahun Ke 83, Google Doodle Tampilkan Sastrawan Sapardi Djoko Damono

Diketahui Sapardi Djoko Damono lahir pada 20 Maret 1940.

Pada tanggal 19 Juli 2018 ia menghembuskan napas terakhir di usia 80 tahun.

Sapardi Djoko Damono merupakan seorang pujangga kenamaan Indonesia yang biasa dipanggil SDD.

Tak hanya itu, ia juga dikenal banyak orang melalui berbagai puisi yang ditulisnya.

Puisinya ini ditulis dengan kata-kata yang sangat sederhana namun memiliki makna yang begitu dalam hingga menarik perhatian baik di kalangan sastrawan maupun masyarakat umum.

Baca Juga: Mengenang Maestro: Sapardi Djoko Damono dan Romantisme Puisi Indonesia

Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kak Dini Rat pada Senin (20/3/2023), diketahui SDD menghabiskan masa mudanya di Surakarta.

Ia merupakan lulusan SMP Negeri 2 Surakarta tahun 1955.

Pada tahun 1958 ia pun menamatkan sekolah di SMA Negeri 2 Surakarta.

Di masa yang sama, ia juga telah mengirimkan sejumlah tulisannya ke majalah-majalah.

Hobinya ini semakin berkembang ketika menginjak bangku perkuliahan dengan mengambil jurusan Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Baca Juga: Sapardi Djoko Damono Wafat: Ucapan Duka dari Presiden Jokowi dan Gubernur Anies

Di tahun 1973, ia memutuskan pindah dari Semarang ke Jakarta untuk menjadi Direktur Pelaksana Yayasan Indonesia yang menerbitkan majalah Sastra Horison.

Kecintaannya pada dunia sastra membuat Sapardi Djoko Damono mendedikasikan hidupnya untuk mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Ia pernah menjabat sebagai Dekan FIB, UI dan sekaligus sebagai guru besar.

SDD juga pernah menjabat sebagai redaktur majalah Horison, Basis, Kalam dan pembinaan Bahasa Indonesia.

Majalah ilmu-ilmu Sastra Indonesia dan county editor majalah di Kuala Lumpur.

Baca Juga: PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO: Hujan Bulan Juni

Sapardi Djoko Damono diketahui juga menerima sejumlah penghargaan yaitu SEA Write Award (1986) dan Achmad Bakrie Award (2003).

Ia menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai seorang putri dan putra.

Sajak-sajak Sapardi Djoko Damono juga sudah dikembangkan ke dalam berbagai bahasa termasuk bahasa daerah.

Puisinya yang populer yaitu Aku Ingin, Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah Si Telaga dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Fathul Amanah