AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi hari ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Tercatat oleh Badan Klimatologi Metereologi dan Geofisika atau BMKG, beberapa wilayah Indonesia diguncang gempa bumi dengan berbagai magnitudo hari ini, Jumat (10/3/2023).
Dikutip dari Twitter @infoBMKG oleh AyoJakarta.com pada 10 Maret 2023, setidaknya sudah lima kali gempa bumi terjadi di Indonesia.
Gempa bumi pertama terjadi di Nias Selatan, Sumatera Utara, tepatnya 214 km dari lokasi tersebut.
Gempa dengan magnitudo 4,7 ini terjadi pada pukul 00.47 WIB dan memiliki kedalaman 10 km.
Gempa selanjutnya terjadi pada dini hari tepatnya di 13 km timur laut dari Waibakul, Nusa Tenggara Timur.
Gempa yang terjadi pada pukul 03.29 WIB ini memiliki kedalaman 19 km dan magnitudo 3,9.
Baca Juga: Kenali Lebih Dalam SIG, Skala Intensitas Gempabumi BMKG yang Digunakan Buat Penyampaian Informasi
Sigi, Sulawesi Tenggara tidak luput dari guncangan gempa bumi.
Gempa bermagnitudo 2,8 ini terjadi pada 04.38 WIB.
Gempa yang secara spesifik berada 47 km tenggara dari Sigi, Sulawesi tenggara ini memiliki kedalaman 10 km.
Gempa keempat terjadi pada 74 km timur laut dari Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur atau NTT.
Gempa bumi yang terjadi pada 09.33 WIB ini memiliki kekuatan 2,9 magnitudo dan kedalaman 15 km.
Informasi gempa selanjutnya terdapat pada 26 km timur laut Seram Bagian Timur, Maluku pada 09.46 WIB.
Gempa bermagnitudo 3,5 ini memiliki kedalaman 10 km.
Gempa terakhir diinformasikan menggncang 89 km timur laut Banggai Kepulauan Sulawesi Tenggara pada pukul 10.00 WIB.
Gempa bumi dengan magnitudo 3,0 ini memiliki kedalaman 10 km.
Baca Juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau Akan Datang Lebih Cepat, Peluang El Nino Mencapai 60 Persen!
Menurut BMKG, data-data yang diperoleh mengutamakan kecepatan dan akan terjadi penyesuaian setelah data-data yang lebih akurat muncul.
Akurat yang dimaksud adalah data yang diperoleh oleh melalui melalui riset dan perhitungan serta serta ilmu kegempaan yang ada.
Sementara itu, Daryono Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengungkapkan bahwa edukasi dan informasi yang valid terkait gempa adalah pekerjaan rumah terbaru untuk semua pihak.
Hal ini berkaitan dengan viralnya berbagai ramalan gempa bumi yang beredar di masyarakat khususnya media sosial.***