AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengundang Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bertemu pada hari ini, Minggu 5 Maret 2023.
Diketahui pertemuan itu berlangsung di kediaman Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam pertemuan itu, Surya Paloh berkunjung bersama Sekretaris Jenderal NasDem dan juga Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Gerard Plate.
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Minggu (5/3/2023), Prabowo menyampaikan hasil pertemuan dengan Surya Paloh.
Baca Juga: Diwacanakan PKS untuk Berduet Lagi dengan Prabowo di Pilpres 2024, Begini Tanggapan Sandiaga Uno
Dia mengaku atas pertemuan tersebut kedua belah pihak menghasilkan beberapa kesimpulan, salah satunya terkait Pemilu yang akan datang.
"Kita dapat suatu kesimpulan-kesimpulan tertentu, kita sepakat untuk saling menghormati keputusan politik masing-masing," kata Prabowo.
Menurutnya, baik Partai Nasdem dan Partai Gerindra telah bersepakat untuk membawa suasana politik dengan lebih rukun dan damai jelang Pemilu 2024.
Baca Juga: Menuju Pilpres 2024, Ternyata Prabowo Subianto Sering Bertemu Cak Imin untuk Bahas Hal Ini
Keduanya telah bersepakat akan bersaing secara sehat dan tanpa membuat kegaduhan.
"Kita sepakat bahwa kita ingin suasana bangsa dan negara selalu dalam keadaan damai dalam keadaan rukun, dalam keadaan bersatu bahwa persaingan rivalitas," katanya.
Prabowo juga menyebutkan bahwa kedua belah pihak baik dirinya dengan Partai Gerindra dan Surya Paloh dengan Partai Nasdem akan berpolitik sesuai pedoman Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
"Kita tidak boleh takut dengan oposisi seperti itu tapi oposisi yang selalu konstruktif selalu damai dan selalu dalam kerangka NKRI selalu dalam kerangka Pancasila, dan selalu dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.
"Jadi kita berharap dan kita akan menyongsong kita akan berjuang nanti Pemilu yang akan datang Pemilu yang damai," sambungnya.
Prabowo juga berharap pelaksanaan Pemilu yang akan datang dapat berlangsung dengan damai, konstruktif dan tentunya berjalan dengan jujur dan adil.
"Pemilu selalu yang kita berharap adalah jujur dan adil," paparnya.***