AYOJAKARTA.COM - Dalam persidangan kasus peredaran narkotika Teddy Minahasa dan Linda Pujiastuti alias Anita, terdengar sebuah pengakuan mengejutkan.
Sebelumnya pada persidangan yang digelar Rabu, 1 Maret 2023, Linda mengakui bahwa dirinya merupakan istri siri dari Irjen Teddy Minahasa.
Pengakuan Linda sebagai istri siri Teddy Minahasa sontak membuat seisi ruang persidangan kaget.
Baca Juga: Update Kasus Penganiayaan David Ozora, Polisi Akan Jerat Mario Dandy dengan Pasal Terberat
Tak hanya itu, wanita yang akrab disapa Anita ini juga mengaku kerap tidur bersama Teddy Minahasa di atas kapal ketika sedang berlayar.
“Dan saya memang ada hubungan sama Pak Teddy biarpun beliau tidak mengakui kami tiap hari di kapal tidur bersama,” kata Linda yang dikutip dari kanal YouTube Metro TV pada Kamis, (2/2/2023).
Tetapi sebelumnya mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) ini tidak mengakui adanya hubungan yang spesial kepada Anita.
Namun bagaimana awal kedekatan keduanya hingga disebut menjalin hubungan yang spesial?.
Dikutip AyoJakarta.com dar kanal YouTube Kompas TV Aceh pada Kamis, 2 Maret 2023 berikut ulasannya.
Perkenalan itu bermula ketika mantan Kapolda Sumatera Barat ini masih menempuh pendidikan di Universitas Indonesia (UI).
Pada masa itu sekitar 2005 atau 2006 ia bersama teman-temannya sering pergi ke tempat sauna atau spa di sebuah Hotel ketika pulang kuliah.
Kemudian pada tempat spa itu Teddy dan Linda bertemu.
“Sekitar tahun 2005 atau 2006, saya saat kuliah di UI, saya bersama teman-teman saya sering kalau selesai kuliah itu sauna atau spa di Hotel Classic, Pecenongan, bertemu saudara Linda di Resepsionis dari tempat spa itu,” kata Teddy.
Kemudian pada 2007, Teddy Minahasa mengatakan bahwa saat itu Anita memperkenalkannya kepada suaminya untuk urusan bisnis.
Namun dari 2007 hingga 2019 ia sempat tak berkomunikasi lagi karena Teddy sedang ada penugasan ke Jawa Tengah.
Lalu pada 2019, Anita sempat menghubungi kembali untuk mencari informasi perihal penyelundupan narkotika.
“Sampai dengan 2019 saudari Anita menghubungi saya untuk informasi tentang penyelundupan narkotika, kemudian 2019 bulan Oktober itu pula karena informasinya tidak valid, tidak ada komunikasi lagi,” kata Anita.
Tiga tahun setelahnya tepatnya di 2022, Anita kembali menghubungi eks Kapolda Sumbar itu untuk menawarkan proyek penjualan pusaka ke Brunei Darussalam.***