News

Waduh Tawaran Bantuan Orang Tua Mario Dandy Ditolak Mentah-mentah, Ayah David: Kami Enggak Butuh Bantuan Dia

Oleh: Christy Ayu Saputri Minggu 26 Feb 2023, 18:06 WIB
David, korban penganiayaan oleh Mario Dandy

AYOJAKARTA.COM - Aksi bengis penganiayaan anak pejabat Pajak MDS (20) terhadap anak pengurus pusat GP Ansor David (17) masih menjadi trending topik di media sosial Twitter.

Video yang diduga penganiayaan terhadap David tersebut kini tersebar luas di media sosial tanpa dapat terbendung.

Tak khayal selama tiga hari berturut-turut sejumlah tegar terkait penganiayaan tersebut masih bertahan di posisi teratas.

Menyadur dari laman suara.com, Minggu (26/2/2023) Ayah David, Jonathan Latumahina mengaku jika orang tua MDS sempat menjenguk putranya di rumah sakit.

Baca Juga: Buntut Penganiayaan David Oleh Mario Dandy, Mahfud MD Sebut 2 Hukum yang Dilalui Pelaku: Tanpa Pandang Bulu!

Dalam kesempatan itu orang tua MDS pun menawarkan bantuan untuk pengobatan David selama di rawat di rumah sakit.

Kendati begitu, Ayah David menolak tawaran bantuan tersebut secara mentah-mentah. Ia mengaku ingin membiayai pengobatan putranya diurus oleh keluarganya sendiri.

"Selasa (21/2/2023) malam dia datang. Saya sampaikan kami enggak butuh bantuan dia, karena kami akan sembuhkan David sendiri," kata Jonathan Latumahina, dikutip dari Suara.com dalam akun Twitter @nongandah.

Lebih lanjut, Jonathan ayah dari korban lebih memilih untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum untuk mendapatkan keadilan atas apa yang dialami oleh sang putra.

Baca Juga: 6 Menu Sahur Sehat dan Simpel ala dr Zaidul Akbar, Konsumsi Lemak Perlu?

Sebagaimana diketahui, David putranya hingga kini masih dalam keadaan tak sadarkan diri dari koma di ruang ICU Rumah Sakit Mayapada, Jakarta.

"Kalau masih ada urusan lain di pengadilan saja," kata dia.

Jonathan pun lantas meminta doa kepada seluruh masyarakat untuk kesembuhan putranya David.

Sementara itu, pelaku penganiayaan anak pegawai pajak MDS kini diketahui sudah ditahan pihak kepolisian bersama temannya berinisial S sebagai tersangka.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Dian Naren