AYOJAKARTA.COM – Dalang pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo telah divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Namun, perjuangan keluarga Brigadir J rupanya belum juga usai.
Setelah sidang vonis Ferdy Sambo Cs, orang tua Brigadir J kini mengupayakan pemulihan nama baik sang anak.
Tak hanya itu, mereka juga berharap adanya kenaikan dua pangkat untuk Yosua.
Baca Juga: Terkuak! Inilah Alasan LPSK Sigap Proteksi Richard Eliezer Saat Sidang Vonis, Khawatir Ada Penyusup?
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube METRO TV pada Minggu (19/2/2023), ayah Brigadir J Samuel Hutabarat berharap anaknya mendapatkan pangkat anumerta.
Anumerta merupakan pangkat yang diberikan kepada abdi negara yang dianggap berjasa kepada bangsa sesudah yang bersangkutan mangkat ketika melaksanakan tugas.
"Kami selaku orang tua yang mengharapkan supaya almarhum (Yosua) diberikan pangkat anumerta," ujar Samuel Hutabarat.
Baca Juga: Menakar Peluang Ferdy Sambo Lolos dari Hukuman Mati, Seberapa Besar Peluangnya?
Ditemani Kamaruddin Simanjuntak, kedua orang tua Yosua yaitu Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak mendatangi Bareskrim Polri pada Jumat (17/2/2023).
Kedatangan mereka ke Bareskrim Polri tersebut selain mengurus upaya pemulihan nama baik Yosua juga untuk menindaklanjuti misteri uang Rp 200 juta di rekening almarhum.
Seperti diketahui, setelah sidang vonis Ferdy Sambo Cs, keluarga Brigadir J mendatangi Polres Jaksel untuk membuat laporan baru terkait dugaan tindak pidana pencucian uang dengan kekerasan.
Hal ini terkait hilangnya uang sebesar Rp 200 juta di rekening Yosua sehari setelah mendiang dimakamkan.
Terlapor dalam kasus ini adalah Ricky Rizal yang dalam fakta persidangan juga telah mengakui hal tersebut.
Selain uang sejumlah Rp 200 juta, ada beberapa barang Brigadir J yang hingga kini tak diketahui keberadaannya.
Barang tersebut antara lain jam tangan yang melekat di tangan almarhum, dua unit handphone, laptop dan pin emas pemberian pimpinan Polri.***