AYOJAKARTA.COM---Gempa bumi baru-baru ini terjadi di satu wilayah di Pulau Sulawesi, tepatnya Provinsi Sulawesi Utara di Kepulauan Melonguane.
Gempa bumi mengguncang daerah Kepulauan Melonguane, Provinsi Sulawesi Utara pada hari Sabtu, 11 Februari 2023.
Gempa dengan besar magnitudo 6.0 dan kedalaman 11 km telah mengguncang Kepulauan Melonguane, di Sulawesi Utara, tepatnya pada pukul 15.55 WIB.
Gempa berada di laut 37 km tenggara dari Kepulauan Melonguane, dirasakan oleh sebagian masyarakat dengan skala wilayah yaitu dengan tingkatan guncangan pada Melonguane ringan/light, dan lemah/weak hingga ringan pada Tahuna dan Siau, serta lemah pada Kota Manado Sulawesi Utara.
Informasi gempa ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring dengan kelengkapan data. Untuk sementara ini gempa bermagnitudo 6.0 yang melanda 37 km tenggara Melonguane Sulawesi Utara tidak berpotensi tsunami.
Betul, meskipun pusat gempa berada di laut akan tetapi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sampaikan bahwa gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu pada pukul 16.07 WIB, gempa kembali mengguncang titik yang serupa, yaitu pada 25 km Tenggara Melonguane Sulawesi Utara.
Gempa dengan magnitudo 4.3 yang terjadi pada 11 Februari 2023 ini memiliki kedalaman 31 km.
Baca Juga: Makin Panas! Cuitan Dokter Tifa Terkait Teori Gempa Turki dan Suriah Senggol Daryono BMKG!
Sekali lagi, informasi dari BMKG ini mengutamakan kecepatan sehingga pengolahan data yang belum stabil dan bisa berubah seiring dengan kelengkapan data yang didapat dari BMKG.
Disusul Kemudian pada pukul 16.12 WIB gempa kembali mengguncang kepulauan Melonguane Sulawesi Utara, dengan magnitudo 4.4.
Gempa bumi dengan kedalaman 48 km ini terjadi pada 19 km Tenggara Melonguane Sulawesi Utara dan berjarak hanya 5 menit dari gempa sebelumnya yang melanda daerah tersebut.
Baca Juga: Update Korban Gempa Turki Tewaskan hingga 12.000an Korban Jiwa Termasuk WNI, Begini Kondisinya!
Rangkaian gempa di wilayah Melonguane Sulawesi Utara dipastikan oleh BMKG tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap waspada dan memperhatikan informasi gempa bumi terbaru untuk mencegah atau langkah mitigasi dan evakuasi dan evakuasi.
Masyarakat diimbau agar tidak panik dan mengikuti arahan serta pengumuman dari badan meteorologi klimatologi dan Geofisika, dan mencegah terjadinya penyebaran berita bohong atau hoaks selama belum ada informasi lebih lanjut dari BMKG.***