AYOJAKARTA.COM--Sebuah cuitan belakangan ini ramai dibicarakan oleh pengguna sosial media.
Pasalnya cuitan tersebut membicarakan teori gempa bumi yang sebelumnya mengguncang Turki dan Suriah yang mana menelan korban jiwa lebih dari 12 ribu jiwa.
Cuitan tersebut disampaikan oleh Tifauzia Tyassuma atau akrab disebut @DokterTifa melalui akun Twitternya, sebagaimana dikutip oleh ayojakarta.com pada 9 Februari 2023.
Dokter Tifa merupakan seorang Ahli Epidemiologi, selain itu ia juga merupakan seorang aktivis Sosial dan penulis.
Baca Juga: Update Korban Gempa Turki Tewaskan hingga 12.000an Korban Jiwa Termasuk WNI, Begini Kondisinya!
Dokter Tifa merupakan lulusan dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran.
Di dalam dunia sosial media ia lebih banyak dikenal warganet dengan berbagai pernyataan kontroversial.
Termasuk cuitan yang ia sampaikan 8 Februari 2023 lalu mengenai teori pasca gempa bumi bermagnitudo 7,8 yang mengguncang Turki dan sebagian wilayah Suriah.
Baca Juga: Terungkap! Daryono BMKG Temukan 5 Alasan Gempa Turki Sangat Merusak dan Tewaskan Ribuan Korban
“Ilmuwan Turki Haluk Özdil' menyatakan pada tgl 7 Feb 2023, bahwa Gempa yg baru saja terjadi di Turki adalah Gempa Geoengineering HAARP US. Kan Dokter Tifa sudah bilang? Apakah Buzzer dan Sotoyer aka Netizen Sotoy tetap mau bilang Dokter Tifa ODGJ?” Tulis Dokter Tifa melalui cuitan pertama yang akan menjadi thread.
Menurut Dokter Tifa, salah satu ilmuwan Turki mengungkapkan bahwa gempa bumi yang mengguncang Turki dan Suriah pada 6 Februari 2023 lalu merupakan gempa buatan oleh teknologi HAARP dari Amerika Serikat.
Bahkan, pada cuitan selanjutnya, ia pun memanggil satu nama yang sempat menyanggah teori gempa-gempa bumi yang ia buat cuitannya, Daryono selaku Kepala Pusat Bagian Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.
“Mana orang BMKG @DaryonoBMKG yang kemarin bully saya? Ilmu mu kurang jauh, mas. Sana belajar HAARP sama Profesor Haluk Özdil,” cuit Dokter Tifa yang sukses membuat warganet ikut berkomentar.
Terdapat warganet yang menjelaskan kiprah Daryono sebagai ahli dan akademisi, dibuktikan dengan banyaknya penelitian terkait gempa bumi.
“Pak @DaryonoBMKG itu dosen saya waktu di UGM, beliau memang pakar dalam gempa, saya yakin dan percaya itu,riset beliau juga banyak, lah koe ki sopo kok asal nyrocos (lah kamu siapa, mengapa asal bicara) ga jelas,”tulis @danangmauulana.
Sementara itu, terdapat warganet yang memberikan penjelasan sederhana untuk Dokter Tifa.
Baca Juga: 2 WNI Jadi Korban Meninggal Dunia Gempa Turki, Akan Dimakamkan di Kahramanmaras
“Jadi gini ya buk, HAARP itu rumpun penelitian yang mereka lakukan pada lapisan atmosfer terkhusus pada ionosfer. Sedangkan gempa bumi yang ini terjadi akibat pergerakan/aktivitas lempeng pada lapisan litosfer. Lapisan nya aja udah beda loh buk, atmosfer dan litosfer itu BEDA,” tulis @uciikuy.
Hingga saat ini, cuitan dari Dokter Tifa belum ditanggapi oleh Daryono BMKG. Sementara itu, cuitan tersebut menjadi viral dengan lebih dari 89 ribu kali dilihat oleh pengguna terverifikasi oleh Twitter.***

Share this article
pada cuitan selanjutnya, ia pun memanggil satu nama yang sempat menyanggah teori gempa-gempa bumi yang ia buat cuitannya, Yakni Daryono BMKG