AYOJAKARTA.COM – Sebuah isu beredar tentang gempa Turki yang diduga terjadi akibat sebuah operasi HAARP dari NATO kepada negara timur tengah tersebut.
Dalam sebuah cuitan di Twitter, seorang pengguna mengunggah video yang menunjukkan sambaran kilat terjadi ketika gempa bumi mengguncang Turki, Senin, 6 Februari 2023.
Menurutnya, ini menjadi suatu hal yang tidak wajar dalam sebuah insiden kegempaan, tetapi sudah pasti terjadi dalam sebuah operasi HAARP.
“The earthquake in Turkey looks like a punitive operation (HAARP) by NATO or the US against Turkey,” tulisnya.
“The video shows lightning strikes, which are not normal in earthquakes, but always happen in harp operations,” tambahnya.
Cuitan yang diunggah akun @SnezhinaBoahen ini sudah mendapatkan lebih dari 860 ribu tayangan dan 2,5 ribu orang menekan tombol suka.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono buka suara tentang isu yang beredar.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Twitter @DaryonoBMKG, fenomena pencahayaan yang terjadi saat pelepasan energi gempa disebut merupakan suatu hal yang sangat lazim.
“Fenomena pencahayaan (lightning) saat pelepasan energi gempa satu hal yang sangat lazim terjadi di berbagai tempat di muka bumi, itu aktivitas gelombang elektrimagnetic. Jangan kejauhen lah mikir HAARP segala,” cuit Daryono.
Ia kemudian menjelaskan tentang bagaimana sebuah sambaran kilat bisa terjadi ketika gempa bumi mengguncang suatu daerah.
Menurutnya, fenomena sambaran kilat ini sangat erat kaitannya dengan pelepasan gelombang elektromagnetik saat gempa terjadi.
“Saat batuan kulit bumi mengalami/mendapat tekanan yang hebat dan sangat kuat, mendekati batas elastisitasnya, maka sebelum failure maka akan melepaskan gelombang elektromagnetik, dari sinilah awal cerita lightning during the earthquake, pencahayaan gempa. seismoelectric effect,” jelas Daryono.
Baca Juga: Update Terbaru: Sumber Gempa Utama Turki M7,8 Ditemukan, Ternyata Merupakan Generator Gempa Dahsyat
Ia pun menjelaskan, bahwa fenomena seperti itu juga sudah pernah terjadi di lereng Gunung Merbabu.
Menurutnya, sangat tidak masuk akal apabila seseorang mengaitkan fenomena kegempaan dengan HAARP.
“Tak usah jauh-jauh ke Turki. Gempa Sumogawe di lereng utara Merbabu pada 16 Februari 2014 juga terdapat fenomena earthquake lightning,” kata Daryono.
“Adalah angan angan kosong, mengkait-kaitkan gempa dengan HAARP,” cuitnya.***