AYOJAKARTA.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan mengakhiri masa jabatan pada September 2023 mendatang, dikenal memiliki sederet prestasi.
Di masa kepemimpinan Ridwan Kamil, Jawa Barat mendapat mendapat penghargaan sebanyak 460 dari berbagai pertimbangan dan penilaian.
Penurunan jumlah desa miskin yang berhasil ditangani Ridwan Kamil sejak menjabat pada 2018 silam, menjadi bukti lain keberhasilannya dalam memimpin.
“Waktu saya menjabat 2018, desa miskin ada 1000, sekarang sudah 0,” jelas pria yang akrab disapa Kang Emil dalam sebuah siniar bersama motivator Merry Riana, dikutip Rabu, 8 Februari 2023.
Selain berhasil menghilangkan tingkat kemiskinan pedesaan, Kang Emil juga berhasil dalam mengadaptasi perkembangan dunia digital untuk peningkatan kinerja.
“Saya reformasi PNS kita pakai digital, sekarang kinerja PNS terbaik se Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.
Baca Juga: TAP Ridwan Kamil Punya Gaji Dua Digit, Pengamat Peringatkan Hal Ini
Meski dinyatakan telah berhasil menggeser provinsi Jawa Barat ke tempat yang lebih terhormat, Kang Emil mengaku ada yang tetap dan tidak berubah.
“Yang tidak berubah pribadi saya, saya tetap ramah, kreatif, hobi blusukan dan mendengar orang, terima kritikan, motoran,” terang Kang Emil.
Kendati memiliki tanggung jawab dan beban berat sebagai pemimpin, hal tersebut diakui Kang Emil tidak mengurangi rasa sayangnya pada keluarga.
“Bantu anak ngerjain PR, main dengan anak bungsu, tidak berubah, hanya jadwal yang lebih sibuk saja,” imbuh Kang Emil.
Alasan utama Kang Emil tidak dengan mudah mengubah kepribadiannya adalah kesadaran bahwa jabatan politik bersifat sementara.
“Karena saya tahu jabatan politik itu hanya sementara, 5 atau 10 tahun terus selesai, mau nyombongin apa?” ujarnya.
Sebagai sosok pebisnis merangkap Arsitek yang kemudian terjun ke dunia politik, peran dan nilai Kang Emil terbilang cakap.
Hal tersebut terbukti dari keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penanggulangan menghadapi pandemi COVID-19.
Sehubungan dengan unggahan di Instagram pribadinya yang tengah menunggangi sepeda motor berwarna kuning, Kang Emil memberi tanggapan.
“Dalam politik semua itu tafsir, politik itu apa? salah satu definisi politik itu adalah tafsir menafsir,” terang Kang Emil.
Lebih lanjut Kang Emil menjelaskan bahwa apapun yang melekat dalam diri setiap politisi, akan dinilai sebagai pesan-pesan yang memiliki nilai politis.
“Lucu-lucuan saja, saya mengedukasi masyarakat agar jangan terlalu serius,” pungkas Kang Emil seraya mengingatkan bahwa anak adalah The Most Important Client.
Ridwan Kamil menambahkan, bahwa suatu saat anak akan bertumbuh besar, dan Kang Emil ingin mendokumentasikan kenangan tersebut sebagai obat kangen.***