AYOJAKARTA.COM----Tifatul Sembiring anggota DPR dengan masa jabatan 2019 hingga 2024 tengah menjadi sorotan publik.
Sebelumnya Tifatul Sembiring menyampaikan kicauannya di akun sosial media Twitter soal sindirannya yang mengungkit perjanjian capres.
Dalam cutitan Tifatul Sembiring dengan akun Twitter @tifsembiring juga turut memberikan pantun yang diduga menyindir seseorang.
“Ada yg khawatir gagal maning, ungkit2 perjanjian capres dulu. Sampai kapan? Rupanya belio nggak sadar sudah khianati ummat..
Baca Juga: Pilpres 2024 Makin Dekat, Nama Bakal Calon Wakil Presiden Anies Baswedan Mengerucut, Siapakah Dia?
Jikalau takut ditanduk kambing
Jangan duduk belakang punggung
Jikalau takut kalah bertanding
Mengapa naik ke atas panggung,” tulis @tifsembiring, Selasa (7/2/2023).
Cuitan anggota DPR yang tanpa menyebut nama ini pun mendapat banyak respon dari warganet.
Pantun tersebut pun diketahui merasa ada yang tersindir.
“Ada yang kelojotan, saya bikin pantun dan status di twitter tanpa menyebut nama orang atau partai apapun. Saya dikatakan menyindir, Alhamdulillah masih merasa kalau disindir,” tulis Tifatul dalam akun Twitternya.
Tanggapan dari orang yang merasa tersindir ini pun disayangkan oleh Tifatul karena yang menanggapi memiliki selera sastra yang rendah.
“Sangat disayangkan, rendahnya selera sastra dan bahasa politik si penanggap. Mestinya kalau dikasih pantun, ya dibalas pantun dong. Kok malah mencak2…
Di alam demokrasi, jangankan menyindir, mengkritik pejabat publik itu boleh saja, asal jelas datanya,” tulisnya.
Kemudian anggota DPR RI ini pun turut menjelaskan maksud dari cuitannya yang menyinggung soal ungkit perjanjian Capres.
Tifatul mengatakan bahwa hal tersebut hanya untuk mempertanyakan isu dari perjanjian capres yang belakangan kembali dibicarakan.
“Maksud twit saya, dalam hal capres, soal ungkit2 perjanjian politik, entah itu ada atau tidak, buat apa di ungkit2 ke publik. Targetnya apa? Apa sih manfaatnya. Ada nggak dasar hukumnya yg bisa dibawa ke ranah hukum. Atau hanya sekedar menjatuhkan kompetitor?,” ujarnya.
Kemudian ia juga sempat menyinggung soal janji capres yang kini juga turut diungkap lagi ke publik.
Untuk itu ia meminta agar sesama kompetitor bersaing secara sehat dalam Pemilu.
“Nah sekarang diungkap lagi ada perjanjian dengan Anies Baswedan. Ini targetnya apa? AB nggak boleh maju, begitu?.
"Sudahlah, nyalon aja masing2. Situ punya jagoan, yang lain juga punya calon. Monggo…sama2 berkompetisi secara sehat,” tulisnya.
Tifatul juga menceritakan bagaimana dirinya mengkampanyekan Prabowo Subianto ketika nyapres tahun 2014 dan 2019.
Dengan mengunjungi sampai tujuh provinsi dan mengeluarkan dana yang cukup besar telah dilakoni.
“Soal mengkampanyekan pak Prabowo, ketika running capres tahun 2014 dan 2019, saya turun ke 7 propinsi. Keluar keringat dan keluar dana yang besar. Menggalang kader dan ummat. Bukan kaleng2. Saat itu sang “oknum” yg ajak debat ini belum lahir sebagai politisi.” tulis @tifsembiring.
Baca Juga: Heboh! Erwin Aksa Sebut Anies Baswedan Belum Lunasi Utang Senilai Rp 50M Pada Sandiaga Uno
Namun saat ini ia mengaku jika diminta untuk mendukung Prabowo lagi Tifatul akan menolak.
“Tapi bagi saya sekarang, suruh dukung pak Prabowo lagi, ya ogah. Bagi saya beliau sudah “enough is enough”. Cukup. Itu hak pendapat pribadi saya. Kebebasan memilih dan berpendapat. Yang lain mau dukung, silakan…” lanjutnya.***