AYOJAKARTA.COM -- Menparekraf Sandiaga Uno mengungkapkan adanya perjanjian politik antara dirinya, Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Hal tersebut diungkap sang menteri di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang tayang 26 Januari 2023.
Awalnya, Akbar Faizal bertanya soal potongan video pernyataan Anies yang mengaku tak akan maju di Pilpres jika Prabowo juga melakukan langkah serupa. Potongan video itu sempat beredar di media sosial.
Baca Juga: Respon Singkat Sandiaga Uno Saat Ditanya Terkait Utang 50 Miliar Anies Baswedan
"Ada juga potongan video pengakuan Pak Anies bahwa dia enggak pernah berpikir jadi presiden karena Pak Prabowo akan maju sebagai calon presiden. Ada yang katakan itu konteks lima tahun lalu," kata Akbar saat diskusi bersama Menparekraf.
Saat mendengar pertanyaan itu, Sandiaga Uno membenarkan soal perjanjian politik Prabowo dan Anies. Ia juga mengungkapkan lebih detail perihal perjanjian politik yang pernah dibuat lalu diteken oleh dirinya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Adapun dokumen perjanjian politik tersebut dirumuskan langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Hanya saja, ia enggan menjelaskan lebih detail terkait isi perjanjian itu.
"Tertulis dan untuk episode itu saya mengusulkan Bang Akbar mengundang Fadli Zon, karena dia yang mendraft dan dia yang nulis tangan itu," kata Sandiaga Uno.
Menurut Sandiaga Uno, sosok Fadli cukup sentral dalam merumuskan perjanjian politik itu. Sebab Fadli merupakan pihak penengah untuk meramu perjanjian politik tersebut.
"Terus terang waktu itu sempat ada kebuntuan dan sosok Fadli Zon itu ya mungkin cukup sentral untuk yang akhirnya yang melihat, merumuskan dan meramu dari tiga kubu itu. Waktu itu kan ada saya, ada Pak Prabowo, dan ada Pak Anies," ungkap Sandiaga Uno.
Lebih detail nya perjanjian itu bersamaan dengan rencana pencalonan Prabowo maju di Pilpres.
"Ada beberapa poin dan ini cukup membuat saya cukup detail apa yang disepakati termasuk berkaitan dengan, karena itu di awal dari koalisi dan di awal penentuan calon," ujarnya.
Selain itu, Sandiaga Uno mengaku tidak memegang salinan dari perjanjian politik ini karena perjanjian itu disimpan antara Fadli atau Prabowo.
"Ada itu. Dan menurut saya nanti kalau Pak Fadli bisa bicara, ini suatu tambahan informasi, menurut saya konteksnya sangat tepat kalau misalnya nanti dibicarakan suatu diskursus. Ini bagian daripada pendidikan politik," kata Sandiaga Uno.
Selanjutnya ia juga membenarkan bahwa perjanjian itu pasti ada, tapi untuk lebih detailnya nanti Fadli Zon yang akan menjawab seperti apa bentuk dari perjanjian yang sudah dirumuskan tersebut.***

Share this article
Menparekraf Sandiaga Uno mengungkapkan adanya perjanjian politik antara dirinya, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.