News

Irma Hutabarat Bongkar Pesan WhatsApp Brigadir J kepada Putri Candrawathi, Minta Hal Ini Dikembalikan

Oleh: Nisrina Harum Lestari Jumat 27 Jan 2023, 20:59 WIB
Irma Hutabarat Sebut Brigadir J Sempat Kirim Pesan Ke Putri Candrawathi, Minta Senjatanya Dikembalikan

AYOJAKARTA.COM – Aktivis Irma Hutabarat baru-baru ini membocorkan suatu hal yang mengejutkan dibalik kasus pembunuhan Brigadir J.

Irma Hutabarat menyebut bahwa ada hal yang tidak pernah dibahas dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.

Adapun hal yang dimaksud Irma Hutabarat tersebut adalah mengenai pesan Brigadir J kepada Putri Candrawathi.

Baca Juga: Kocak! Seorang Bocah di Bangladesh Menjadi Top Global Main Petak Umpet!

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Irma Hutabarat – Horas Inang, Irma menyampaikan bahwa Brigadir J pernah mengirimkan pesan kepada Putri.

Pesan yang dikirimkan oleh Brigadir J kepada Putri adalah mengenai senjata.

Irma mengatakan bahwa Brigadir J sempat bertanya mengenai senjatanya.

Selain itu, Irma juga menyebut bahwa dalam pesannya, Brigadir J sempat meminta senjatanya dikembalikan padanya.

“Yoshua mengirimkan WhatsApp kepada PC sebelum sampai di Jakarta soal, ibu bolehkah senjata saya dikembalikan, kapan senjata saya dikembalikan,” kata Irma.

Baca Juga: Ferdy Sambo Dipecat Sementara Richard Eliezer Masih Berstatus Polisi, Begini Kata Polri...

Menurut Irma, dari hal tersebut bisa diketahui bahwa Putri sebenarnya tahu mengenai pengambilan senjata milik Brigadir J.

Sayangnya, hal tersebut tidak pernah dibahas selama persidangan hingga hari ini.

“Artinya dia tahu soal pengambilan senjata itu dan tidak pernah dikembalikan sampai akhir hayat Yoshua, lalu tiba-tiba pistolnya sudah ada di pinggang, nah hal itu tidak pernah dibahas,” ucap Irma.

Tidak hanya itu, Irma juga menilai hal-hal tidak masuk akal yang tak pernah ada penjelasan seakan dibuat gelap.

Baca Juga: Ceritakan Kronologi Ayah Richard Eliezer Dipecat dari Perusahaan, Sang Ibu: Imbas dari Kejadian Ini...

“Lalu pada kesaksian saya tidur selama perjalanan saya tidak tahu bahwa ke Duren Tiga ada Yoshua di mobil, hal-hal yang tidak masuk akal itu yang tidak pernah ada penjelasan dan dibikin gelap,” ujarnya.

“Jadi puisi dari balik jeruji ini benar-benar puisi yang dibuat yang putus dengan fakta bahwa keterlibatan sejak awal itu ditiadakan, saya tidak tahu menau, saya hanya seorang korban, playing victim,” sambungnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Jinan Vania Barizky