News

Waspada! Inilah yang Akan Terjadi Ketika Gempa Megathrust Mengguncang Indonesia, Tak Boleh Lengah

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Sabtu 21 Jan 2023, 16:50 WIB
Waspada! Inilah yang Akan Terjadi Ketika Gempa Megathrust Mengguncang Indonesia, Tak Boleh Lengah

AYOJAKARTA.COM - Gempa megathrust merupakan sebuah fenomena yang mengancam dan terus membayangi masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu.

Bukan tanpa alasan, letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan antar lempeng termasuk dilewati oleh cincin api menjadi faktor utama mengapa gempa megathrust terus mengancam negeri ini. 

Gempa megathrust dikenal sebagai salah satu jenis dari beberapa gempa bumi yang ada dan pernah terjadi di seluruh dunia.

Sebenarnya, megathrust sendiri merupakan sebuah julukan atau sebutan dari suatu daerah atau lokasi subduksi.

Baca Juga: 17 Kali Guncangan Gempa di Atas 5 Magnitudo Sejak Awal 2023 dan Aktivitas 295 Sesar, Begini Kata BMKG

Ketika terjadi dorongan dari suatu lempeng terhadap lempeng lainnya, maka akan terjadi sebuah subduksi dan gempa yang disebut dengan gempa megathrust. 

Nama megathrust sebenarnya diambil dari bahasa inggris, tetapi juga sudah cukup sering terdengar dari mulut orang Indonesia.

Sebenarnya, penyebutan dari zona megathrust di Indonesia sendiri merujuk pada zona subduksi selat sunda.

Zona megathrust ini mencakup suatu area yang sangat luas dan besar, ikut bertanggung jawab terhadap aktivitas gempa dan tsunami yang seringkali terjadi di Indonesia.

Sementara itu, ada 3 bagian dari zona megathrust yang ada di Indonesia yaitu Andaman Megathrust, Sumatera Megathrust, dan Java Megathrust.

Zona ini diketahui memiliki cangkupan area yang sangat luas sekitar lebih dari 5.500 km dari utara Myanmar hingga berakhir di Australia.

Di wilayah inilah yang menjadi tempat pertemuan lempeng Eurasia yang ditabrak oleh lempeng Indo-Australia dan memberikan risiko besar terjadinya aktivitas gempa dan tsunami di Indonesia.

Baca Juga: Ramalan Hard Gumay Soal Tsunami 2023 hingga Rentetan Gempa Guncang Pulau Kecil Sulawesi

Dampak Megathrust

Sebelumnya, sudah dijelaskan secara umum tentang pengertian dari zona subduksi selat sunda atau zona megathrust.

Sehubungan dengan hal tersebut, ada berbagai macam dampak yang bisa ditimbulkan ketika gempa megathrust terjadi di Indonesia.

Dirangkum AyoJakarta dari situs Ilmugeografi.com, inilah beberapa dampak yang ditimbulkan oleh terjadinya gempa megathrust:

1. Abrasi Parah

Gempa megathrust bisa memberikan dampak berupa rusaknya daerah bibir pantai atau abrasi secara parah.

Skala dampak dari gempa megathrust yang sangat besar tentunya memiliki potensi sama besarnya terhadap kerusakan bibir pantai.

Apalagi ketika tsunami megathrust terjadi, abrasi pada pantai menjadi salah satu hal utama yang paling mungkin terjadi.

2. Bangunan Roboh dan Kerusakan Parah 

Gempa megathrust diketahui dapat mengguncang bumi dengan skala yang sangat besar dibandingkan gempa pada umumnya.

Salah satu dampak yang akan sangat terlihat dari terjadinya gempa megathrust adalah robohnya bangunan dan kerusakan parah yang terjadi dimana-mana.

Bangunan-bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh bahkan bisa menjadi miring akibat terjadinya gempa megathrust.

Parahnya lagi, bangunan-bangunan tersebut juga berpotensi tinggi untuk ambles dan runtuh dalam seketika.

3. Kerusakan Infrastruktur 

Sebagai warga negara Indonesia, infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah tentunya menjadi salah satu hal yang membuat mudah kehidupan di negara ini.

Apabila skenario megathrust terjadi, kerusakan parah pada infrastruktur kota menjadi hal lumrah yang tak perlu dipertanyakan lagi.

4. Menelan Korban Jiwa

Dampak terakhir dan paling menyayat hati dari terjadinya gempa megathrust adalah hilangnya nyawa-nyawa ratusan hingga ribuan orang dalam jangka waktu yang singkat.

Bukan hanya guncangan yang sangat besar, keberadaan gempa megathrust yang tak bisa diprediksi juga menjadi salah satu faktor mengapa banyak orang yang meninggal ketika gempa megathrust terjadi.

Apalagi ketika gempa ini memicu gelombang tsunami, potensi bertambahnya korban jiwa akan sangat meningkat. ***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Rohmana Kurniandari