AYOJAKARTA.COM – Setiap tahun kalangan etnis Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek dan membagikan peruntungan tiap tahun.
Tahun Baru Imlek pada 2023 adalah Tahun Baru Imlek ke-2574 yang mana tahun ini merupakan tahun kelinci air.
Kelinci menurut masyarakat Tionghoa merupakan simbol dari perdamaian, panjang umur, dan kemakmuran. Maka, tidak salah jika banyak yang berpendapat bahwa tahun kelinci merupakan tahun harapan.
Baca Juga: Siap-siap Libur Panjang Cuti Bersama Imlek dan Jangan Lewatkan 7 Hidangan Khasnya Ini!
Dikutip dari chinahighlights.com, tahun kelinci air cocok dengan orang bershio babi, kambing, dan anjing.
Lantas, bagaimanakah awal mula Imlek hadir di dunia? Bagaimana asal usul Tahun Baru Imlek?
Dikutip dari tionghoa.info, Tahun Baru Imlek berawal dari sesosok monster pemakan manusia.
Nian, merupakan monster raksasa pemakan manusia yang muncul di akhir musim dingin untuk menebarkan teror, memakan ternak, dan merusak. Hal ini membuat para penduduk menaruh makanan di depan rumah untuk menghalangi Nian masuk dan memakan hasil panen dan ternak.
Baca Juga: 5 Hidangan Pembawa Kemakmuran Saat Perayaan Tahun Baru Imlek
Hingga, Nian diketahui takut akan suara bising dan warna merah, membuat para warga menyalakan kembang api dan akhirnya jadilah perayaan Imlek yang disebut tradisi Gou Nian, yang berarti menyambut tahun baru, dan secara harfiah berarti “mengusir Nian.”
Melalui tradisi lain Tahun Baru Imlek, dimulai dengan mengecat rumah hingga memasang hiasan berisikan harapan, berupa kekayaan, kemakmuran, kedamaian, hingga panjang umur.
Setelah itu, suara bising dari musik khas pertunjukan Tahun Baru Imlek, Nian akan takut. Hal ini yang membuat banyaknya pertunjukan di Tahun Baru Imlek, misalnya Barongsai.
Faktanya perayaan Tahun Baru Imlek dimulai sehari sebelum Imlek hingga sehari sesudah Imlek. Dimulai sehari sebelum Tahun Baru di mana jamuan keluarga diadakan, di mana semua keluarga berkumpul dan makan malam bersama.
Baca Juga: Jelang Perayaan Imlek, Ternyata Ada Larangan Mengisi Angpao dengan Angka Ini!
Di pagi hari setelah Tahun Baru imlek terdapat acara bersalaman dan pembagian angpao kepada keluarga.
Tahun Baru Imlek selesai 15 hari kemudian setelah Tahun Baru Imlek dan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh.
Cap Go Meh berarti adalah perayaan lentera yang dipasang berwarna-warni.
Tahun Baru Imlek merupakan salah satu hari libur nasional, hal ini saat masa Presiden Megawati menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional melalui Keppres Nomor 19 Tahun 2002.***