News

Update! Pagar Laut Sepanjang 30 KM Dibongkar Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama 750 TNI AL

Oleh: Karseno AJ Rabu 22 Jan 2025, 18:19 WIB
Pagar Laut Misterius Sepangjang 30 Meter di Tangerang

AYOJAKARTA.COM – Bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebanyak 750 personil TNI AL mulai diturunkan untuk membongkar pagar laut di pantai Tangerang.

Empat bulan berdiri, keberadaan pagar laut dari puluhan ribu bambu yang berderet sepanjang lebih dari 30 kilometer telah banyak dikeluhkan oleh para nelayan setempat.

Selain menghambat akses bagi nelayan untuk melaut, keberadaan pagar laut juga ditengarai berkaitan dengan sejumlah perusahaan swasta serta tokoh ternama.

Baca Juga: Duel Sengit Kelas Menengah! Inilah Perbandingan Poco X7 dan X7 Pro, Lebih Gahar Mana?

Kecurigaan dari para masyarakat nelayan tersebut kian mengerucut usai kepemilikan SHGB di lokasi pagar laut beredar di banyak media.

Sehubungan dengan rencana pembongkaran pagar laut, Laksamana Muda Yayan Sofian selaku Asisten Operasi KSAL memberikan tanggapan.

Disamping menurunkan ratusan personel dan perlengkapan hingga alutsista, TNI AL juga dibantu oleh para nelayan serta tim dari KKP serta instansi terkait lainnya.

Berdasarkan hasil pertemuan antara Presiden, KSAL dan KKP serta sejumlah kementerian, eksekusi pembongkaran akan mulai dilakukan pada Rabu, 22 Januari 2025.

“TNI AL membantu upaya pembongkaran pagar laut dengan mengerahkan personel maupun alutsista, kita berkolaborasi dengan instansi lain yang terkait,” ungkap Yayan.

Terkait dengan anggapan sejumlah kalangan yang mengeluhkan lambannya penanganan dan penyelidikan, Asisten Operasi KSAL enggan berkomentar.

Baca Juga: Kabar Gembira! Begini Pengangkatan dan Gaji PPPK Paruh Waktu 2025 Serta Kode R2 R3 R4

Namun demikian Yayan mempersilahkan kepada siapapun untuk mengorek informasi tersebut kepada KKP, karena bukan merupakan ranah dan tugas TNI AL.

Sudah adanya perintah untuk melakukan pembongkaran pagar laut, menurut Yayan tidak akan mempengaruhi proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh KKP.

Mendatangkan berbagai opini dan reaksi di tengah masyarakat, Yayan menyebut persoalan yang timbul akibat pagar laut telah mendapat perhatian khusus dari Presiden.

Karena itu sebagai bagian dari sistem pertahanan negara, TNI AL akan secara konsisten menjalankan instruksi Presiden sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata.

“Apalagi Bapak Panglima TNI Jenderal Agus Subianto sudah menyampaikan untuk meneruskan, menindaklanjuti pembongkaran pagar laut,” tegas Yayan.

Baca Juga: 5 Bansos Ini Mulai Disalurkan Pemerintah di Bulan Februari, Ada yang Nominal Rp900 Ribu per KPM!

Selain mengerahkan sebanyak ratusan personel, TNI AL juga berencana akan menerjunkan sejumlah kendaraan tempur jenis Amphibi.

Bukan bermaksud untuk menyita perhatian dari masyarakat, keberadaan kendaraan tempur lebih ditujukan sebagai alat penarik pagar bambu.

Kondisi permukaan pantai yang tergolong dangkal, menurut Yayan membuat TNI AL akan kesulitan untuk bisa menyingkirkan pagar sehingga membutuhkan Amphibi.

“Mohon jangan disalah artikan bahwa sampai mengerahkan ranpur Amfibi Marinir, apakah karena ada situasi; tidak seperti itu,” pinta Asisten Operasi KSAL. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky