News

Sesar Pangandaran Lintasi Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Catatan Sejarah Mengungkapkan Aktivitas Berulang

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Minggu 15 Jan 2023, 16:13 WIB
Sesar Pangandaran Lintasi Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Catatan Sejarah Mengungkapkan Aktivitas Berulang

AYOJAKARTA.COM - Kabupaten dan Kota Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah yang sempat diguncang oleh gempa pada akhir tahun lalu.

Dikutip dari akun Twitter milik Daryono yang merupakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG (15/1/2023), menerangkan bahwa terjadi tiga rentetan gempa di wilayah Tasikmalaya yang menarik untuk dicermati.

Selain itu dalam cuitannya, Daryono juga menjelaskan bahwa gempa yang terjadi di wilayah Tasikmalaya tersebut merupakan gempa dangkal dipicu oleh sesar aktif yang strukturnya berada di arah barat daya-tenggara.

Baca Juga: Gempa Bumi M4,0 Guncang Lhokseumawe Aceh Akibat Aktivitas Sesar

"Rentetan 3 gempa di Tasikmalaya hari ini menarik dicermati, terjadi Pukul 04:34:49 WIB (M2,9) Pkl 04:39:54 WIB (M2,8) & Pkl 09:57:36 WIB (M3,0). Gempa dangkal ini dipicu sesar aktif. Lihatlah peta sumber gempa ini, fokus Tasikmalaya sepertinya memang ada struktur sesar arah barat daya-tenggara," cuit Daryono melalui akun Twitternya @DaryonoBMKG (3/12/2022).

Namun dalam cuitan tersebut tidak disebutkan sesar apakah yang menjadi penyebab gempa bumi Tasikmalaya tersebut.

Hal yang mencengangkan pun akhirnya diungkapkan seorang penggiat Caves Society Tasikmalaya Aris Rifqi Mubarak terkait sesar atau patahan yang melintasi wilayah Tasikmalaya.

Baca Juga: 4 Kecamatan dan 12 Desa Termasuk dalam Zona Terlarang Sesar Cugenang Kabupaten Cianjur, Simak Daftarnya!

Dikutip dari artikel yang telah telah terbit pada laman AyoTasik.com (15/1/2023) dengan judul "Kabupaten dan Kota Tasikmalaya Dilintasi Sesar Pangandaran", diterangkan dalam sebuah kajian bahwa patahan yang melintasi wilayah Tasikmalaya tersebut membentang mulai dari wilayah Pangandaran, Kota Banjar, Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, wilayah Bandung Raya hingga Kabupaten Cianjur.

Aris Rifqi Mubarak kemudian mengatakan bahwa patahan tersebut bernama patahan Pangandaran.

"Patahan ini melintang dari Pangandaran sampai Cianjur,” ujar Aris.

Baca Juga: Waspada! Indonesia Dikelilingi 8 Sesar Aktif yang Rawan Sebabkan Gempa Bumi Hingga Tsunami, Mana Saja?

Selain itu Aris menjelaskan bahwa patahan pangandaran tersebut memiliki panjang sekitar 250 kilometer.

Aris kemudian menambahkan bahwa dalam kajiannya, sesar Pangandaran ini juga yang mematahkan batuan Gunung Api Tua dan Muda Sawal di Kabupaten Ciamis, Gunung Galunggung dan Talaga Bodas di Tasikmalaya, Gunung Mandalawangi serta Pegunungan Malabar di Pangalengan.

Menurut catatan sejarah, sesar Pangandaran ini pernah menyebabkan aktivitas kegempaan pada 5 Februari 1973 kekuatan V skala MMI tepatnya di Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Gempa Bumi M 4,8 Guncang Liwa, Lampung Barat 10 Januari 2023 Pagi, Akibat Aktivitas Terusan Sesar Semangko

Selain itu terjadi pula sebuah gempa bumi  pada 25 Oktober 1875 yang mengguncang Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya berkekuatan VIII skala MMI.

Skala intensitas VIII dikutip dari laman bmkg.go.id di deskripsikan bahwa gempa bumi tersebut membuat banyak retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah. 

Disebutkan pula bahwa skala intensitas tersebut membuat sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar atap bergeser ke bawah atau jatuh. Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang.

Baca Juga: Pandeglang Banten Diguncang Gempa Bumi Tektonik 3,6 Magnitudo Akibat Sesar Lokal

Selain beberapa aktivitas kegempaan di atas, khusus untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya pernah mengalami gempa dengan skala intensitas IV sampai V MMI.

"Khusus untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya, wilayah Kecamatan Cigalontang juga tercatat pernah alami gempa berkekuatan IV sampai V MMI,” tambah Aris.

Skala intensitas IV sampai V MMI dapat dideskripsikan secara rinci bahwa dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.

Baca Juga: Sesar Opak Sebabkan Gempa Bumi M 3,1 di Yogyakarta, Sejarah: Sesar Ini Pernah Jatuhkan 6.000 Korban Jiwa

Aris mengatakan terkait perbedaan skala MMI dan Skala Richter (SR), skala MMI dihitung berdasarkan daya rusaknya yang ditimbulkan. 

Di akhir penjelasannya Aris menambahkan bahwa patahan Pangandaran ini ada masa aktivitas dengan prakiraan terjadinya gempa per 100 tahun.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Desi Kris