News

Gempa Bumi Bogor M4,7 Bukan Akibat Pergerakan Megathrust, Begini Penjelasannya

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Minggu 15 Jan 2023, 10:31 WIB
Gempa Bumi Bogor M4,7 Bukan Akibat Pergerakan Megathrust, Begini Penjelasannya

AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi tektonik guncang wilayah Cigudeg, Bogor, Jawa Barat Minggu 15 Januari 2023 pukul 03.32.19.

Dari data yang dikeluarkan oleh BMKG melalui laman bmkg.go.id (15/1/2023), hasil analisis menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,7. 

Sedangkan berdasarkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,52° LS ; 106,58° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Cigudeg, Bogor, Jawa Barat pada kedalaman 146 km.

Baca Juga: Bogor Diguncang Gempa M4,7 Dini Hari Tadi Tak Berpotensi Tsunami, Daryono Rekomendasikan Hal Ini

Selain penjelasan tersebut, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia. 

Lebih lanjut, Daryono menjelaskan pada akun Twitternya @DaryonoBMKG (15/1/2023), bahwa gempa yang mengguncang Bogor ini merupakan jenis gempa intraslab.

"Minggu 15 Jan 2023 pukul 03.32.19 WIB Bogor, Jawa Barat diguncang gempa M4,7. Episenter di wilayah Cigudeg, Bogor, kedalaman 146 km dipicu patahan dalam lempeng Indo-Australia (gempa intraslab) dgn mekanisme turun (normal fault) menimbulkan guncangan di Cikeusik, Bogor III MMI," Cuit Daryono pada akun Twitternya.

Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik M 5,0 Guncang Bogor Jawa Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Dari sebuah website yaitu geologi.co.id, seorang pakar tektonik yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Gayatri menjelaskan mengenai perbedaan gempa intraslab dan gempa megathrust.

Perbedaan antara gempa intraslab dengan megathrust adalah mengenai getaran yang merata dan lokasi sumber yang relatif dalam tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Selain itu Gayatri menerangkan bahwa gempa bumi intraslab cenderung tidak diikuti dengan gempa susulan berbeda dengan gempa megathrust.

Baca Juga: Gempa M 5.0 Guncang Bogor dan M 4.9 Guncang Tangerang Banten Hari ini, Minggu 15 Januari 2023

Pasalnya sifat dari lempeng samudra yang lebih liat sehingga lebih mudah untuk kembali ke posisi awal.

Sedangkan untuk gempa megathrust melibatkan sesar–sesar kecil yang dangkal sehingga lebih sering diikuti gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil.

Selain itu berdasarkan penelitian yang dituliskan pada website geologi.co.id, seorang peneliti Preston di Washington pernah meneliti mengenai gempa intraslab pada tahun 2016.

Preston mengatakan bahwa mekanisme gempa intraslab memiliki periode kejadian yang lebih singkat, artinya lebih sering terjadi dibandingkan dengan megathrust dan memiliki energi seismik yang lebih besar.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Desi Kris