AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo kini makin terpojok dengan pengakuan Kuat Maruf dan Richard Eliezer soal penembakan.
Padahal, Ferdy Sambo tegas membantah jika dirinya juga melakukan penembakan di rumah Duren Tiga seperti yang diungkap Kuat Maruf dan Richard Eliezer.
Terlebih kini Kuat Maruf juga ikut sekata dengan Richard Eliezer soal Ferdy Sambo yang pegang pistol dan ikut menembak.
Meski sudah kompak memberikan jawaban jika Ferdy Sambo memegang pistol dan menembak usai Brigadir J jatuh usai terkena peluru dari Richard Eliezer.
Namun tetap ada perbedaan pengakuan dari Kuat Maruf dan Richard Eliezer soal penembakan yang dilakukan Ferdy Sambo.
Kuat Maruf mengatakan jika Ferdy Sambo menembak tembok usai Brigadir J jatuh.
Baca Juga: Ferdy Sambo Ungkap Alasan Tak Perintahkan Putri Candrawathi Visum Usai Dilecehkan: Saya Tidak...
"Setelah Richard menembak, apa yang dilakukan oleh terdakwa Ferdy Sambo?" tanya hakim pada Kuat Maruf.
Sosok sopir kepercayaan Ferdy Sambo ini mengatakan jika atasannya tersebut terlihat kebingungan.
"Setelah almarhum Josua tengkurap, bapak sempet nengok-nengok belakang waktu itu kaya orang bingung," ucapnya.
"Tiba-tiba Bapak maju ke depan nembak-nembak tembok," katanya menambahkan.
Jawaban keceplosan dari Kuat Maruf ini menimbulkan kecurigaan hakim soal senjata yang dipakai oleh Ferdy Sambo.
"Senjatanya dari mana?" tanya hakim berhasil menjebak Kuat Maruf.
Namun jawaban dari terdakwa kasus pembunuhan berencana yang mengaku tidak tahu ini membuat hakim marah.
"Lah kan tadi kata saudara dia nembak, kalau nembak kan berarti pegang senjata," ucap hakim tegas.
"Iya bawa senjata," balas terdakwa yang ada di hadapan hakim.
Jawaban berbeda disampaikan Richard Eliezer usai mendapatkan pertanyaan yang sama hakim.
"Setelah korban tumbang, apa terjadi?" tanya hakim mengajukan pertanyaan yang sama pada Richard Eliezer.
Richard Eliezer mengatakan jika setelah ia menembak, Ferdy Sambo langsung maju ke sebelahnya.
Baca Juga: Tak Lagi Punya Power, Ferdy Sambo Akhinya Akui 2 Skenario Jahatnya: Saya Tak Ada Persiapan
"Saya dengar suara almarhum, jatuh ada suaranya," ucap Richard Eliezer.
"Pak Sambo langsung maju di kiri saya yang mulia," ucap pria dengan pangkat Bharada ini.
Ia mengungkap Ferdy Sambo sudah memegang pistol saat kejadian.
"Sudah pegang pistol, langsung tembak ke arah almarhum," tandas Richard Eliezer.***