AYOJAKARTA.COM - Sidang kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atas pelaku utama Ferdy Sambo masih terus bergulir.
Pada Kamis, 5 Januari 2023 Ferdy Sambo hadir sebagai saksi mahkota untuk terdakwa perintangan penyidikan.
Dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini, Ferdy Sambo kekeh dengan motif pelecehan yang dilakukan kepada Putri Candrawathi.
Baca Juga: Tak Paham Alasan Dijadikan Terdakwa, Tangis Putri Candrawathi Pecah: Saya Tidak Membunuh Siapa-Siapa
Namun ada yang menarik dalam kesaksiannya kali ini terkait skenarionya selama ini.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompastv pada Kamis, 12 Januari 2023, berikut ulasannya.
Saat menjadi saksi pada sidang obstruction of justice, eks Kadiv Propam ini sempat ditanya terkait berapa lama ia menyusun skenario.
Sambo pun mengungkapkan bahwa ia membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam untuk menyusun skenario.
“kurang lebih hampir setengah jam lebih,” ucap Sambo.
Kemudian mantan Kadiv Propam ini juga mengatakan bahwa saat itu ia belum ada persiapan.
Sehingga saat itu skenario masih belum lengkap dan kacau.
“skenario lengkap si belum karena masih berubah-rubah karena saya tidak ada persiapan makanya kemudian saya masukkan Magelang, kemudian saya perintahkan nggak usah, jadi masih kacau lah,” ucapnya.
Dalam kesaksiannya tersebut, Ferdy Sambo secara sadar mengatakan bahwa ia hanya membuat dua skenario.
Baca Juga: Putri Candrawati Akui Tidak Melihat Jenazah Yosua, Justru Marah Lantaran Hal Ini
Pertama adalah skenario terkait tembak menembak dan yang kedua adalah soal skenario pelecehan seksual.
Sambo mengaku bahwa tidak ada yang mengetahui perihal skenario yang dibuatnya itu sebelumnya.
“tidak ada, skenario saya tuh hanya peristiwa di dalam rumah Duren Tiga yang pertama itu skenario masalah pelecehan yang kedua itu masalah tembak menembak, yang lain tidak ada skenario,” ucapnya.***

Share this article
Ferdy Sambo sudah tidak punya kuasa, kini akui buat 2 skenario jahat dan bilang tak ada persiapan apa saja?