News

Megawati Singgung Banyaknya Rakyat Sengsara, Kader PDIP yang Bertipe Begini Dipersilakan Mundur

Oleh: Imam Safangat Selasa 10 Jan 2023, 14:38 WIB
Megawati Singgung Banyaknya Rakyat Sengsara, Kader PDIP yang Betipe Begini Dipersilakan Mundur

AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyinggung soal masih banyaknya anak jalanan yang tidur di bawa kolong jembatan di Ibu Kota Jakarta.

Megawati pun menceritakan ketika dirinya menangis bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini ketika tahu tentang kondisi masih banyaknya masyarakat miskin di Indonesia.

Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV bahwa dalam pernyataannya di acara HUT ke-50 PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Megawati bercerita saat dirinya bertemu dengan Menteri Sosial RI Tri Rismaharani, pada Selasa 10 Januari 2023.

Baca Juga: Asyik! Bansos BPNT 2023 Cair, Cek Cara Penyalurannya di Sini

Megawati mengungkap saat pertemuan dengan Menteri Sosial, Risma mengadu kepadanya tentang masih banyaknya rakyat miskin. Bahkan menurutnya Menteri Risma menangis di hadapannya.

Melihat Mensos Risma menangis, Megawati mengaku ikut menangis dan menyebut kondisi tersebut membuatnya prihatin.

Megawati mengungkapkan dirinya memerintahkan Risma agar rakyat yang sengsara tersebut dipindahkan ditempat yang layak.

Dirinya menjelaskan bahwa di Jakarta masih banyak ditemukan rakyat-rakyat miskin.

Baca Juga: Belum Pernah Dapat Bansos? Tak Usah Khawatir, Begini Cara agar Bisa Cairkan PKH, BPNT, dan BLT dari Pemerintah

"Tolong dong diangkat. Ditaruh di tempat yang lebih sewajarnya. Ini di Jakarta ini banyak lho," ujar Megawati.

"Coba dong apa kalian nggak punya perasaan ya, kalian nggak punya rasa iba ya," sambungnya.

Putri Presiden pertama RI itu pun menyampaikan pesan tegas dengan mentalitas yang perlu dimiliki kader PDIP.

Ia menegaskan bahwa kadernya yang hanya berpikir ingin kaya dan berkuasa tidak dibutuhkan di PDIP.

Bahkan Megawati mempersilakan kadernya untuk mundur dari PDIP apabila punya mentalitas seperti itu.

"Lebih baik mundur dari PDIP, tidak ada gunanya," ucapnya.***

Reporter Imam Safangat
Editor Aulli R Atmam