News

Ada 7 Sesar Aktif di Sekeliling Cianjur, BMKG Lakukan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi

Oleh: Tim AYO 17 Sabtu 07 Jan 2023, 06:59 WIB
Ada 7 Sesar Aktif di Sekeliling Cianjur, BMKG Lakukan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi

AYOJAKARTA.COM - Pada 21 November 2022 lalu menjadi gempa pertama di Cianjur dan menyisakan duka mendalam untuk Indonesia.

Sejalan dengan kejadian tersebut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat tujuh sesar aktif teridentifikasi mengelilingi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Selain itu, diduga masih ada patahan lain yang belum teridentifikasi, sehingga warga diminta untuk tetap waspada.

Baca Juga: Terpopuler! JPU Ceritakan Kondisi Jasad Yosua Hingga Menahan Air Mata, Richard Eliezer Ungkap Penyelasan

Sementara itu, dilansir Ayojakarta dari Suara.com, Kepala BMKG Dwikorita Karnawari saat dihubungi dari Cianjur, Jumat, mengatakan masyarakat di Cianjur diminta untuk tidak panik meski dikelilingi banyak sesar.

Pihaknya tetap meminta pemerintah daerah kembali mengatur tata ruang sesuai dengan rekomendasi BMKG.

“Jangan panik, namun warga harus tetap waspada ketika membangun rumah harus tahan gempa atau berkonsultasi ke dinas terkait sebelum membangun. Pemerintah daerah harus kembali mengatur tata ruang per wilayah, sebagai upaya antisipasi terjadi gempa serupa kemudian hari," jelasnya.

Baca Juga: Sudah Tahu? Biaya Perpanjang SIM A dan SIM C Tahun 2023 Hanya Segini, Cek Detailnya di Sini

Pencegahan dan mitigasi bencana gempa bumi yang dilakukan BMKG, kata Dwikorita Karnawari , adalah dengan mengidentifikasi kluster patahan dan menyosialisasikan hasil kajian ke pemerintah termasuk ke Pemkab Cianjur, tidak ke warga karena akan menimbulkan keresahan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, menjelaskan hasil identifikasi sesar atau patahan yang menjadi penyebab gempa berkekuatan 5.6 Magnitudo di Kabupaten Cianjur adalah Sesar Cugenang, termasuk sesar lain yang sudah teridentifikasi melintasi Cianjur.

"Sesar yang melintasi dan mengelilingi Cianjur diantaranya Sesar Cimandiri, Sesar Nyalindung-Cibeber, Sesar Rajamandala, termasuk sesar lain yang berdekatan dengan Cianjur seperti Sesar Cirata, Sesar Padalarang Bagian Barat dan Sesar Lembang," terangnya lagi.

Baca Juga: Suporter Indonesia Kecewa Dengan Sikap Paspampres, Teryata Ini Alasannya!

Tidak hanya itu, ia mengatakan jika Cianjur merupakan zona sesar yang sangat rumit dan sangat aktif yang sebagian besar bagian dari Sesar Cimandiri termasuk Sesar Cugenang, dimana berdasarkan data aktivitas kegempaan BMKG sejak tahun 2008, sesar tersebut sangat aktif.

Ada temuan juga bahwa aktivitas kegempaan di zona Sesar Cimandiri yang kemungkinan berasal dari patahan yang belum terpetakan atau teridentifikasi termasuk Sesar Cugenang yang baru teridentifikasi.

"Sesar yang belum terpetakan harus menjadi kewaspadaan semua pihak karena ditakutkan akan terjadi aktivitas kegempaan yang merusak. Pemerintah daerah harus melihat aspek histori atau sejarah kegempaan di wilayahnya," katanya.

Baca Juga: PN Jaksel Akhirnya Buka Suara Tentang Video Viral Diduga Hakim Wahyu: Tak Ada Kebocoran!

Diketahui, jika ketika gempa besar pernah terjadi di satu wilayah akan kembali terjadi beberapa puluh tahun setelahnya seperti di Cugenang pernah terjadi gempa besar tahun 1879 dan 1897 yang sesarnya tidak teridentifikasi, demikian Daryono.

Reporter Tim AYO 17
Editor Vincensia Enggar Larasati